Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jamin Tak Naikkan Harga BBM, Purbaya: Saya Punya Uang Cukup Banyak

Kompas.com, 17 Maret 2026, 18:02 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebut tidak akan naikkan Bahan Bakar Minyak (BBM), menyatakan akan mempertahankan harga BBM hingga akhir tahun, walaupun harga minyak dunia mengalami peningkatan signifikan.

Ia menjelaskan bahwa negara masih memiliki anggaran yang cukup untuk mempertahankan harga BBM seperti sekarang ini.

“Jadi fungsi anggaran adalah mengabsorpsi shock dari luar tadi. Jadi sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah,” katanya, Selasa (17/3/2026).

“Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan untuk harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang,”  tambah dia.

Baca juga: Bahlil Sebut Pemerintah Kaji Opsi WFH Buat Tekan Konsumsi BBM

Anggaran yang dimiliki negara saat ini menurutnya masih bisa mempertahankan harga BBM hingga akhir tahun.

“Kalau segini aja mah kalau Pak Presiden mau sampai akhir tahun juga bisa, enggak ada masalah,” ujarnya.

Purbaya juga menyentil pengamat ekonomi yang tidak tahu uang negara disimpan di mana saja. Menurut dia uang ini masih banyak yang belum digunakan.

“Jadi saya punya uang cukup banyak yang masih bisa dipakai, yang pengamat-pengamat itu enggak tahu uangnya di mana,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memilih untuk terus menahan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, meskipun harga minyak mentah dunia sempat meroket imbas konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menurut Purbaya, hingga saat ini pemerintah belum berencana menaikkan BBM subsidi meski kenaikan harga minyak mentah dunia sempat tembus di atas 100 dollar per barrel, atau melampaui asumsi APBN 2026 di kisaran 70 dollar per barrel.

Purbaya menegaskan, kenaikan harga minyak mentah dunia masih bisa diredam oleh APBN karena daya tahan fiskal pemerintah cukup kuat.

“Enggak, kita enggak akan naikkan harga BBM," kata Purbaya usai ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (16/3/2026).

Purbaya menegaskan, pemerintah memastikan bahwa APBN akan terus berfungsi sebagai peredam tekanan atau shock absorber dari lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik.

Sehingga menurut Purbaya, ketika harga minyak dunia naik dan langsung diteruskan ke harga BBM domestik, hal tersebut berpotensi memperlambat perekonomian serta memengaruhi daya beli masyarakat.

Karena itu, kenaikan biaya tersebut untuk sementara diserap terlebih dahulu oleh APBN dan pemerintah.

Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah Pangkas Anggaran K/L agar Defisit APBN Tak Tembus 3 Persen

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau