Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Harga Minyak Dunia di Atas 100 Dollar AS Diprediksi Bisa Berlangsung hingga 2027

Kompas.com, 23 Maret 2026, 10:32 WIB
Yohana Artha Uly,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak mentah dunia masih bertahan di atas 100 dollar AS per barel meski sempat melemah pada Jumat (waktu setempat), di tengah terganggunya infrastruktur energi di Timur Tengah dan belum pulihnya jalur vital Selat Hormuz.

Bank investasi Goldman Sachs bahkan memperkirakan tren harga minyak tinggi ini bisa berlangsung hingga 2027.

Harga minyak Brent, acuan global, kini berada di level 112.25 dollar AS per barrel pada perdagangan Senin (23/3/2026) pukul 9.20 WIB. Sementara harga minyak mentah AS berada di level 98,79 dollar AS per barrel.

Analis Goldman Sachs menyebut, rangkaian guncangan pasokan akibat memanasnya konflik di Timur Tengah menunjukkan adanya risiko harga minyak tetap tinggi dalam jangka panjang.

"Harga minyak mungkin tetap di atas 100 dollar AS untuk waktu yang lebih lama, terutama dalam skenario gangguan yang berkepanjangan dan kehilangan pasokan yang signifikan," tulis analis Goldman Sachs dalam catatannya.

Baca juga: AS-Iran Saling Ancam, Krisis Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Pergerakan harga minyak mentah saat ini turut dipengaruhi upaya pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah Donald Trump untuk meningkatkan produksi dalam negeri, sehingga menciptakan sedikit perbedaan antara harga minyak AS dan Brent.

AS sendiri merupakan produsen minyak terbesar dunia, yang membuatnya relatif lebih tahan terhadap gangguan pasokan global, meski tidak sepenuhnya kebal, menurut catatan analis Deutsche Bank.

Konflik geopolitik tentunya paling memicu volatilitas harga. Pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut tidak akan kembali menyerang fasilitas energi utama Iran sempat menahan kenaikan harga pada Jumat, akhir perdagangan pekan lalu.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Diperkirakan “Menggila” Awal Pekan Ini

Sebelumnya, serangan Israel ke ladang gas South Pars milik Iran memicu serangan balasan ke fasilitas gas alam cair Ras Laffan di Qatar, yang merupakan terbesar di dunia, sehingga mendorong lonjakan harga minyak pada awal pekan lalu.

Memasuki pekan keempat sejak konflik dimulai 28 Februari 2026, situasi belum menunjukkan tanda mereda. Negara-negara di Timur Tengah dilaporkan terus mencegat serangan drone dan rudal.

Selat Hormuz, jalur sempit antara Iran dan Oman yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, praktis tertutup setidaknya selama 19 hari terakhir.

Sumber keamanan Iran menegaskan jalur tersebut tidak akan kembali normal dalam waktu dekat.

"Selat ini tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang,” ujar sumber tersebut kepada CNN.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melemah Usai AS Pertimbangkan Lepas Minyak Iran

Halaman:


Terkini Lainnya
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau