Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran Buka Terbatas Selat Hormuz, Begini Keadaan Dua Kapal Pertamina di Teluk Arab

Kompas.com, 23 Maret 2026, 09:13 WIB
Seto Ajinugroho,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Otoritas Iran melalui perwakilannya di badan maritim PBB (IMO) Ali Mousavi memberikan pernyataan resmi mengenai status selat Hormuz.

Mousavi menegaskan bahwa celah perairan sempit itu tetap terbuka bagi pelayaran internasional. Akan tetapi, kapal-kapal yang dianggap Teheran musuh dilarang melintas.

"Selat Hormuz terbuka untuk siapa saja, kecuali ‘musuh’,” kata Mousavi, dikutip dari agensi berita Iran Mehr yang dilansir Kompas.com, Minggu (22/3/2026).

Baca juga: AS-Iran Saling Ancam, Krisis Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Meski demikian, kapal-kapal yang tak ada sangkut pautnya dengan musuh, tetap melapor lebih dulu dengan otoritas di sana untuk memperoleh izin melintas.

"Keamanan kapal dan seluruh awaknya memerlukan koordinasi dengan pihak berwenang Iran," beber Mousavi.

Dirinya menambahkan, Iran siap bekerja sama dengan IMO negara lainnya untuk memberikan izin melintas di Selat Hormuz.

Diplomasi dan negosiasi merupakan prioritas utama Teheran.

Tentunya, Pemerintah Indonesia harus segera merespons keputusan Iran di IMO ini.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun ke 69.200 Dollar AS, Ultimatum Trump ke Iran Picu Volatilitas

Negosiasi Pemerintah Indonesia

Dibukanya Selat Hormuz secara terbatas memberikan angin segar kepada negara-negara di dunia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia sudah bernegosiasi dengan otoritas Iran terkait dua kapal Pertamina yang masih tertahan di Teluk Arab, yakni PIS Gamsunoro dan VLCC Pertamina Pride.

"Ada dua kapal, dua kargo. Itu masih dalam negosiasi, insya Allah sebentar lagi selesai. Sebentar lagi selesai. Doain, ya," jelas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dilansir dari Antara, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: AS Buka Keran Minyak Iran Sebulan, Pasokan Belum Tentu Mengalir

Sementara itu, akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping belum memberikan update informasi mengenai status kedua kapalnya yang belum bisa melewati Selat Hormuz.

"Hingga 12 Maret 2026, kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selar Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman dan terus dalam pemantauan intensif," jelasnya.

VLCC Pertamina Pride bertugas untuk pemenuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani pihak ketiga (non-Pertamina).

Baca juga: Harga Energi Melonjak, AS Izinkan Penjualan Minyak Iran di Laut

G7 bantu pengamanan Selat Hormuz

Para Menteri Luar Negeri negara G7 yang terdiri dari Kanada, Perancis, Italia, Jepang, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk ikut mengamankan pelayaran di Selat Hormuz.

G7 siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan di sana guna memperlancar arus lalu lalang kapal.

"Kami menegaskan kembali pentingnya pengamanan jalur maritim, dan keselamatan navigasi, termasuk di Selat Hormuz dan semua jalur air penting terkait, serta keselamatan dan keamanan rantai pasokan dan stabilitas pasar energi," jelas pernyataan resmi gov.uk, Sabtu (21/3/2026).

G7 berulang kali mengutuk serangan sembrono rezim Iran terhadap warga dan infrastruktur sipil milik Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Irak, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817.

Baca juga: AS Longgarkan Sanksi Minyak Iran Selama 30 Hari demi Stabilkan Harga

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran "Buka" Selat Hormuz, Kapal Afiliasi Musuh Tetap Dilarang Melintas" dan "Pemerintah Negosiasi Agar Dua Kapal Pertamina Lolos dari Teluk Arab, Bahlil: Doain, ya"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau