Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gangguan Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia

Kompas.com, 23 Maret 2026, 21:18 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, dilaporkan memangkas alokasi pasokan minyak mentah ke pembeli di Asia untuk pengapalan April 2026.

Dikutip dari Reuters, Senin (23/3/2026), kebijakan ini diambil di tengah gangguan jalur perdagangan energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang memengaruhi arus pengiriman melalui Selat Hormuz

Sumber perdagangan yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan Aramco memberi tahu sedikitnya dua pembeli di Asia bahwa mereka hanya dapat mengangkat minyak mentah jenis Arab Light dari terminal Laut Merah di Yanbu untuk kontrak April 2026.

Baca juga: Harga Minyak Bergejolak, Ketegangan AS-Iran Masih Bayangi Pasar Energi Global

Ilustrasi perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco.SHUTTERSTOCK/SSI 77 Ilustrasi perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco.

Kebijakan ini berpotensi memperketat pasokan bagi kilang di kawasan tersebut serta membatasi kapasitas produksi produk olahan.

Langkah ini menandai bulan kedua berturut-turut perusahaan menekan pengiriman ke Asia, sekaligus mencerminkan dampak langsung gangguan jalur ekspor utama di Teluk akibat meningkatnya risiko keamanan pelayaran.

Gangguan Selat Hormuz dorong perubahan jalur ekspor

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman energi paling vital di dunia, dan gangguan di kawasan ini telah memicu perubahan strategi logistik sejumlah eksportir minyak utama.

Mengutip MarketWatch, Arab Saudi, sebagai eksportir minyak terbesar dunia, meningkatkan penggunaan jaringan pipa timur-barat untuk mengalihkan pengiriman dari Teluk ke pelabuhan Laut Merah di Yanbu.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Jelang Tenggat Ultimatum Trump ke Iran

Pengalihan jalur ini memungkinkan ekspor tetap berlangsung meski lalu lintas tanker di Selat Hormuz terganggu.

Namun, kapasitas jalur alternatif tetap terbatas dan rentan terhadap serangan, sebagaimana ditunjukkan oleh insiden drone di sekitar fasilitas Yanbu.

Ilustrasi Selat Hormuz.Wikimedia Commons Ilustrasi Selat Hormuz.

Dalam beberapa pekan terakhir, puluhan kapal tanker disebut menunggu muatan di pelabuhan tersebut.

Ekspor melalui Yanbu melonjak mendekati 3 juta barrel per hari (bph), jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 750.000 bph sebelumnya.

Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah 4 Bulan saat Harga Minyak Naik

Lonjakan aktivitas ini menunjukkan upaya Arab Saudi mempertahankan aliran ekspor di tengah tekanan geopolitik.

Meski demikian, keterbatasan infrastruktur dan risiko keamanan menimbulkan ketidakpastian terhadap kelangsungan pasokan global.

Ekspor minyak Arab Saudi turun tajam, pengiriman via Yanbu meningkat

Data pelacakan pengapalan menunjukkan ekspor minyak mentah Arab Saudi turun signifikan pada Maret 2026.

Menurut firma analitik Kpler, pengiriman merosot dari sekitar 7,108 juta bph pada Februari menjadi 4,355 juta bph pada Maret 2026.

Baca juga: Ultimatum Trump ke Iran Buat Harga Minyak Makin Mendidih, Bertahan hingga 2027?

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau