Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Emas dan Perak Dunia Anjlok di Tengah Lonjakan Minyak dan Risiko Inflasi Global

Kompas.com, 20 Maret 2026, 18:19 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga emas dan perak dunia mengalami tekanan tajam dalam beberapa waktu terakhir seiring lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi ini mendorong perubahan ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.

Dikutip dari Reuters, Jumat (20/3/2026), harga emas dunia tercatat turun lebih dari 4 persen dalam satu sesi perdagangan dan menyentuh level sekitar 4.612 dollar AS per ons, level terendah dalam lebih dari satu bulan.

Baca juga: Go Show Emas Antam Lebaran 2026, Catat Tanggal dan Lokasinya

Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Perang di Timur Tengah mengganggu penerbangan dari Dubai, membuat pedagang menawarkan diskon emas hingga 30 dollar AS per ons.

Penurunan ini terjadi ketika konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi yang berujung pada meningkatnya risiko inflasi global. 

Tekanan serupa juga dialami logam mulia lainnya. Harga perak melemah lebih dari 5 persen ke kisaran 71 dollar AS per ons.

Selain itu, logam industri seperti platinum dan palladium turut mengalami penurunan di tengah volatilitas pasar komoditas global. 

Lonjakan harga minyak ubah dinamika pasar

Kenaikan harga minyak menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen investor terhadap emas dan perak. Konflik yang melibatkan Iran dinilai memicu gangguan pasokan energi global sehingga mendorong reli harga minyak mentah.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 20 Maret 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS

Kondisi ini berimplikasi langsung terhadap ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter. Ketika harga energi naik, tekanan inflasi meningkat sehingga bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Hal tersebut mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini. DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan, harga emas hari ini.

Dalam laporan Reuters disebutkan, kekhawatiran bahwa inflasi akibat konflik Timur Tengah dapat membuat suku bunga tetap tinggi menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan fungsi emas sebagai aset safe haven. 

Lonjakan harga minyak juga mendorong penguatan dolar AS. Karena emas dihargai dalam dolar, penguatan mata uang tersebut membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor di luar Amerika Serikat, sehingga menekan permintaan.

Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Turun Lagi

Sejumlah analis menilai kombinasi kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar menciptakan tekanan berlapis terhadap logam mulia.

Aksi ambil untung setelah reli tajam

Selain faktor makroekonomi, penurunan harga emas dan perak juga dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah reli signifikan dalam beberapa bulan sebelumnya.

Analis mencatat harga emas sempat melonjak tajam sepanjang 2025 dan awal 2026 sehingga mendorong sebagian investor merealisasikan keuntungan ketika kondisi pasar berubah.

Setelah kenaikan yang sangat cepat, aksi ambil untung dapat memicu penurunan yang berlangsung berantai di pasar komoditas. 

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun 7 Persen dalam Sepekan, Ini Penyebabnya

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau