NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia bergerak stabil pada akhir perdagangan Selasa (17/3/2026) waktu setempat atau Rabu (18/3/2026) pagi WIB, seiring pelaku pasar mencermati eskalasi konflik Iran dan menantikan keputusan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS).
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot relatif tidak berubah di level 5.004,71 dollar AS per ons.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April naik tipis 0,1 persen ke posisi 5.008,20 dollar AS per ons.
"Pasar emas mencerminkan semacam keseimbangan antara permintaan aset aman (safe haven) akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan tekanan negatif dari inflasi," ujar Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Baca juga: Harga Emas Dunia Turun Tipis, Tertekan Kekhawatiran Inflasi Imbas Konflik Timur Tengah
Meski begitu, ia meyakini harga emas masih berpotensi mencetak rekor baru, namun tidak dalam waktu dekat.
"Saya pikir emas kemungkinan akan mencetak rekor tertinggi baru, tetapi saya rasa itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Saya pikir tenaga kenaikan sudah mulai habis," lanjutnya
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak global dan inflasi.
Namun, daya tariknya cenderung menurun di tengah lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Adapun konflik antara AS dan Israel melawan Iran yang telah memasuki pekan ketiga memicu gangguan serius pada perdagangan energi dan meningkatkan kekhawatiran lonjakan inflasi.
Harga minyak dunia tercatat naik lebih dari 2 persen pada perdagangan hari yang sama, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global.
Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu waktu setempat.
Investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5-3,75 persen.
Commerzbank dalam catatannya menyebutkan, pertemuan The Fed kemungkinan tidak akan memberikan dorongan signifikan bagi harga emas, mengingat ketidakpastian durasi perang dan gangguan pasokan minyak membuat bank sentral cenderung berhati-hati.
Sementara itu, untuk logam mulia lainnya, harga perak di pasar spot turun 1,5 persen menjadi 79,55 dollar AS per ons.
Harga platinum naik 0,6 persen ke level 2.129,53 dollar AS per ons, dan palladium menguat 0,7 persen menjadi 1.609,70 dollar AS per ons.
Baca juga: Investasi Emas Digital Populer, Hindari Kesalahan Ini agar Tak Rugi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang