Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran Beri Syarat Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab

Kompas.com, 25 Maret 2026, 18:50 WIB
Seto Ajinugroho,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Iran akhirnya memberitahukan syarat bagi kapal-kapal yang berstatus tidak bermusuhan (non-hostile) bila ingin melintasi Selat Hormuz.

Syarat diajukan oleh Kementerian Luar Negeri Iran ke Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengenai hal ini.

Namun, perlu diperhatikan jika ketentuan melewati celah perairan sempit itu ketat.

Baca juga: Inggris Siap Pimpin Koalisi untuk Buka Kembali Selat Hormuz, Mulai Ikut Perang?

Ilustrasi Selat Hormuz.Wikimedia Commons Ilustrasi Selat Hormuz.

Teheran menekankan dua poin, yakni kapal yang lewat mesti tidak berpartisipasi dan mendukung agresi terhadap Iran.

Kemudian, kapal diharuskan berkoordinasi dengan otoritas berwenang yang ditunjuk pemerintah Iran.

"Kapal-kapal non-hostile dapat, sepanjang mereka tidak berpartisipasi maupun mendukung tindakan agresi terhadap Iran, serta sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapat manfaat dari lintasan aman melalui Selat Hormuz dengan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang," bunyi nota komunikator tertulis yang disampaikan ke IMO, dikutip dari AFP, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Kapal Tanker Thailand Berhasil Lewati Selat Hormuz Usai Menlunya Negosiasi dengan Iran

Setelah menyampaikan persyaratan, IMO menyebarluaskannya ke seluruh anggota serta organisasi non-pemerintah agar dipahami secara saksama.

Ada catatan tambahan bahwa Iran tak mau negosiasi dengan kapal atau aset milik Amerika Serikat (AS) dan Israel beserta peserta agresi lainnya. Mereka dilarang melintasi Selat Hormuz.

Negosiasi AS

Baca juga: Selat Hormuz Lumpuh, WTO Wanti-wanti Krisis Pupuk Dunia

Presiden AS Donald Trump mengaku jika dirinya sudah membangun komunikasi yang produktif dengan pemerintah Iran mengenai negosiasi penghentian perang.

Ilustrasi Selat Hormuz.Google Maps Ilustrasi Selat Hormuz.

Akan tetapi, juru bicara komando tinggi Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaqari, mengatakan tak ada negosiasi seperti yang disampaikan Trump.

Ia menyebut AS tengah bernegosiasi dengan dirinya sendiri.

Baca juga: Ketika Teori Benturan Peradaban Tenggelam di Selat Hormuz

"Apakah tingkat pergumulan batin Anda telah mencapai tahap di mana Anda bernegosiasi dengan diri sendiri?" jelas Ebrahim dikutip dari Al Jazeera, Rabu (25/6/2026).

Ia menambahkan agresi AS dan Israel telah gagal, dan menutupinya dengan kesepakatan perdamaian.

"Jangan sebut kegagalanmu sebagai kesepakatan," tambahnya.

Sejalan dengan itu, Washington mengeklaim telah mengirimkan 15 poin kesepakatan kepada Iran meski tak disebutkan rinciannya.

Baca juga: Trump Klaim Iran Berikan Hadiah Besar Terkait Selat Hormuz

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau