Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Minyak Dunia Meroket, Pasar Cemas Gangguan Pasokan Global

Kompas.com, 29 Maret 2026, 09:33 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

KOMPAS.com – Harga minyak dunia melonjak dan ditutup di level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Jumat (27/3/2026) waktu setempat. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global di tengah konflik Timur Tengah.

Dikutip dari Trading Economics, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 5,46 persen ke level 99,64 dollar AS per barel. Secara bulanan, harga WTI tercatat melonjak 39,88 persen dan secara tahunan naik 43,66 persen.

Sepanjang sesi perdagangan, WTI bahkan sempat menembus level psikologis 100,04 dollar AS per barel sebelum akhirnya terkoreksi tipis.

Baca juga: Bagaimana Kapal Minyak Lewati Selat Hormuz dengan Aman di Tengah Perang Iran Vs Amerika-Israel?

Sementara itu, harga minyak acuan global Brent menguat 4,22 persen ke level 112,57 dollar AS per barel. Secara bulanan, harga minyak Brent telah naik 44,80 persen dan secara tahunan melonjak 54,71 persen.

Harga tersebut menjadi yang tertinggi sejak 4 Juli 2022, ketika minyak Brent sempat menyentuh 113,5 dollar AS per barel, atau mendekati level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.

Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

Dikutip dari CNBC, lonjakan harga minyak tidak lepas dari kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi, khususnya di Selat Hormuz.

Jalur ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi berdampak besar pada pasar global.

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari membuat lalu lintas energi di kawasan tersebut nyaris terhenti, memicu tekanan pada harga.

Baca juga: India Pangkas Pajak BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Upaya meredakan ketegangan melalui jalur diplomasi belum menunjukkan hasil signifikan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan perpanjangan waktu 10 hari kepada Iran untuk membuka kembali jalur strategis tersebut.

Trump juga menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan positif. Namun hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Teheran.

Sebagai bagian dari kebijakan sementara, AS disebut akan menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April 2027.

Ilustrasi kapal tanker. Bagaimana Kapal Minyak Lewati Selat Hormuz di Tengah Perang Iran Vs Amerika-Israel dengan Aman? Ilustrasi kapal tanker. Bagaimana Kapal Minyak Lewati Selat Hormuz di Tengah Perang Iran Vs Amerika-Israel dengan Aman?

Skenario Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dollar AS

Di tengah ketidakpastian tersebut, sejumlah analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi naik lebih tinggi jika konflik berkepanjangan.

Mengutip Yahoo Finance, Strategis dari Macquarie Group menyebut harga minyak dapat menembus 200 dollar AS per barel apabila perang berlanjut hingga pertengahan tahun.

Baca juga: Iran Izinkan 10 Kapal Lewat Selat Hormuz, Harga Minyak Terkoreksi

Dalam skenario tersebut, harga perlu naik cukup tinggi untuk menekan permintaan global secara signifikan. Dampaknya, harga bahan bakar di Amerika Serikat berpotensi mencapai sekitar 7 dollar AS per galon.

Meski demikian, probabilitas skenario ini diperkirakan sekitar 40 persen. Skenario yang lebih mungkin adalah konflik mereda dalam waktu dekat sehingga harga kembali stabil dan dampak terhadap ekonomi global relatif terbatas.

Proyeksi Industri: Tekanan Biaya Energi

Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian pelaku industri. CEO United Airlines Scott Kirby memperkirakan harga minyak bisa mencapai 175 dollar AS per barel.

Lonjakan harga tersebut berpotensi mendorong biaya bahan bakar jet yang telah meningkat dua kali lipat. Jika harga bertahan tinggi, tambahan beban biaya bahan bakar maskapai diperkirakan mencapai 11 miliar dollar AS per tahun.

Sementara itu, analis energi dari S&P Global menilai harga minyak bahkan bisa bergerak di kisaran 200 hingga 250 dollar AS per barel jika gangguan pasokan global terus berlanjut.

Kondisi ini menunjukkan pasar energi global masih dibayangi ketidakpastian tinggi, terutama terkait perkembangan konflik dan pemulihan distribusi pasokan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau