PEKANBARU, KOMPAS.com - Susi Yanti Br Sinaga (23) warga asal Kabupaten Siak, Riau, meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit di Phnom Penh, Kamboja, Minggu (8/3/2026).
Susi diduga menjadi korban scam dan mengalami kekerasan fisik hingga dirawat. Kondisi korban kritis sebelumnya akhirnya meninggal dunia.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan mengaku sudah mendapat informasi atas kematian korban.
Baca juga: Kisah Warga Bengkulu Jadi Korban TPPO di Kamboja, Dipaksa Scammer
"Korban meninggal dunia. Keluarga korban juga sudah mengetahui dan minta bantuan pemulangan (jenazah) kepada BP3MI," kata Fanny kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (9/3/2026).
Dia menyebut, sesuai dengan prosedur, pihaknya akan memfasilitasi pemulangan ke daerah asal apabila jenazah sudah berada di Indonesia.
"Karena ini masih di luar negeri, kami masih minta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk bantuan pemulangan," kata Fanny.
Baca juga: Polisi Ungkap Peran Pasutri Tersangka Kasus TPPO di Sikka
Pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Siak, sebut dia, juga sudah diinformasikan dan meminta bersama Pemkab Siak ikut membantu biaya pemulangan korban ke Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, seorang gadis asal Kabupaten Siak, Riau, Susi Yanti Br Sinaga (23), kini tertahan di Kamboja usai ditipu temannya.
Dari kabar yang beredar di media sosial, korban awalnya dijanjikan kerja di Malaysia, tapi rupanya dibawa ke Kamboja.
Baca juga: Korban TPPO Pengantin Pesanan di China ke Dedi Mulyadi: Tolong Bantu Saya, Pak
Susi berangkat ke Kamboja pada 12 Desember 2025, untuk bekerja di sektor industri daring (scammer) bersama pacarnya, Bram Silitonga.
Yang menjadi masalah besar, Susi kini jatuh sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di Kamboja. Ia juga harus membayar biaya perobatan hingga puluhan juta.
Dalam foto yang beredar, tampak korban dalam kondisi terbaring saat video call dengan keluarga. Mulut dan hidungnya terpasang selang medis.
Baca juga: Sosok Suami Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar di Sikka yang Ditahan
Pihak keluarga telah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau. Harapan mereka, korban dapat dipulangkan ke Indonesia dengan selamat.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengecekan oleh KBRI Pnom Penh ke rumah sakit.
"BP3MI sendiri masih menunggu perkembangan terkini," kata Fanny melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Dua Tersangka TPPO Warga Jabar di NTT Ditahan,Dedi Mulyadi Apresiasi Polisi