Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gadis Asal Siak Riau, Diduga Korban Scam Meninggal Dunia di Kamboja

Kompas.com, 9 Maret 2026, 06:58 WIB
Idon Tanjung,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Susi Yanti Br Sinaga (23) warga asal Kabupaten Siak, Riau, meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit di Phnom Penh, Kamboja, Minggu (8/3/2026).

Susi diduga menjadi korban scam dan mengalami kekerasan fisik hingga dirawat. Kondisi korban kritis sebelumnya akhirnya meninggal dunia.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan mengaku sudah mendapat informasi atas kematian korban.

Baca juga: Kisah Warga Bengkulu Jadi Korban TPPO di Kamboja, Dipaksa Scammer

"Korban meninggal dunia. Keluarga korban juga sudah mengetahui dan minta bantuan pemulangan (jenazah) kepada BP3MI," kata Fanny kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (9/3/2026).

Dia menyebut, sesuai dengan prosedur, pihaknya akan memfasilitasi pemulangan ke daerah asal apabila jenazah sudah berada di Indonesia.

"Karena ini masih di luar negeri, kami masih minta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk bantuan pemulangan," kata Fanny.

Baca juga: Polisi Ungkap Peran Pasutri Tersangka Kasus TPPO di Sikka

Pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Siak, sebut dia, juga sudah diinformasikan dan meminta bersama Pemkab Siak ikut membantu biaya pemulangan korban ke Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, seorang gadis asal Kabupaten Siak, Riau, Susi Yanti Br Sinaga (23), kini tertahan di Kamboja usai ditipu temannya.

Dari kabar yang beredar di media sosial, korban awalnya dijanjikan kerja di Malaysia, tapi rupanya dibawa ke Kamboja.

Baca juga: Korban TPPO Pengantin Pesanan di China ke Dedi Mulyadi: Tolong Bantu Saya, Pak

Susi berangkat ke Kamboja pada 12 Desember 2025, untuk bekerja di sektor industri daring (scammer) bersama pacarnya, Bram Silitonga.

Yang menjadi masalah besar, Susi kini jatuh sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di Kamboja. Ia juga harus membayar biaya perobatan hingga puluhan juta.

Dalam foto yang beredar, tampak korban dalam kondisi terbaring saat video call dengan keluarga. Mulut dan hidungnya terpasang selang medis.

Baca juga: Sosok Suami Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar di Sikka yang Ditahan

Pihak keluarga telah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau. Harapan mereka, korban dapat dipulangkan ke Indonesia dengan selamat.

Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengecekan oleh KBRI Pnom Penh ke rumah sakit.

"BP3MI sendiri masih menunggu perkembangan terkini," kata Fanny melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Dua Tersangka TPPO Warga Jabar di NTT Ditahan,Dedi Mulyadi Apresiasi Polisi

Halaman:


Terkini Lainnya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Regional
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Regional
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Gadis Asal Siak Riau, Diduga Korban Scam Meninggal Dunia di Kamboja
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat