Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BIM Prediksi Lonjakan Penumpang Saat Mudik Lebaran, Diperkirakan Puncaknya 12 Ribu Orang Per Hari

Kompas.com, 9 Maret 2026, 13:44 WIB
Dharma Harisa,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com — Pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026.

Masa angkutan Lebaran di bandara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 30 Maret 2026.

General Manager InJourney Airports Kantor Cabang BIM, Dony Subardono, mengatakan puncak arus kedatangan diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran.

Baca juga: Catat Jadwalnya, Festival Mudik Balon Udara Wonosobo 2026 Digelar di 8 Desa

“Perkiraan terpadat pada H-3 Lebaran mencapai sekitar 12.000 penumpang dalam satu hari. Dari jumlah itu sekitar 8.000 orang diperkirakan merupakan penumpang yang datang ke Sumatera Barat,” ujar Dony, Senin (9/3/2026).

Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat untuk mudik tahun ini tidak terlepas dari dampak bencana alam yang melanda Sumatera Barat pada akhir tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat sebagian perantau menunda kepulangan mereka ke kampung halaman sehingga diperkirakan akan memicu peningkatan jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini.

Baca juga: Pemprov Kalteng Siapkan 535 Kursi untuk Mudik Gratis Lebaran, Tersedia 6 Rute, Berikut Cara Daftar

Selain itu, karakteristik pemudik asal Sumatera Barat juga dinilai memengaruhi pola arus balik Lebaran.

Dony menjelaskan, banyak perantau Minangkabau yang bekerja sebagai pedagang sehingga waktu kembali ke perantauan cenderung lebih fleksibel dibandingkan pekerja formal.

“Arus balik kemungkinan berlangsung lebih lama karena sebagian besar perantau kita adalah pedagang,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah maskapai telah mengajukan penambahan jadwal penerbangan.

Baca juga: Cegah Macet Saat Mudik, Penumpang di Bandara Minangkabau Didorong Pakai E-Money

Maskapai Citilink dan Garuda Indonesia dilaporkan telah mengajukan extra flight. Sementara itu, Lion Air hingga kini belum mengajukan tambahan penerbangan meskipun tingkat keterisian kursi dari luar daerah dilaporkan mulai penuh.

Di sisi lain, pihak bandara juga mencatat adanya perubahan pada layanan penerbangan internasional.

Penerbangan langsung charter dari BIM menuju Jeddah untuk jamaah umrah dihentikan sementara pada 3 hingga 18 Maret 2026 menyusul perkembangan situasi geopolitik dan konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Jelang Arus Mudik 2026, Pemkab Bangkalan Petakan Titik Rawan Kemacetan

Meski demikian, akses evakuasi bagi jamaah dari Arab Saudi menuju BIM masih dibuka pada 5 hingga 8 Maret 2026.

Sebagai langkah pelayanan selama periode mudik, manajemen bandara juga akan mengoperasikan posko terpadu untuk mempermudah koordinasi antarinstansi sekaligus menyediakan pembaruan informasi bagi penumpang dan awak media selama masa angkutan Lebaran berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
BIM Prediksi Lonjakan Penumpang Saat Mudik Lebaran, Diperkirakan Puncaknya 12 Ribu Orang Per Hari
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat