Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wali Kota Samarinda Pastikan Pasokan BBM Aman Meski Konflik Iran–Israel Memanas

Kompas.com, 10 Maret 2026, 16:45 WIB
Pandawa Borniat,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com - Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, masih dalam kondisi aman meski konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi global.

Ia meminta masyarakat tidak panik membeli BBM karena hingga saat ini distribusi masih terkendali.

“Semua bahan pokok kita relatif aman, termasuk BBM. Dari pemantauan yang kami lakukan bersama pemerintah dan Satgas Pangan, hanya ada satu komoditas yang ditemukan anomali, sementara yang lain masih terkendali,” kata Andi Harun pada Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Warga yang Mudik Bisa Titipkan Kendaraan di Mapolresta Samarinda Gratis

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari Pertamina, pasokan BBM dipastikan masih aman setidaknya hingga periode Lebaran Idul Fitri 2026.

“Dari laporan Pertamina tadi, termasuk dari Patra Niaga, setidaknya sampai Lebaran Idul Fitri 2026 pasokan kita masih aman,” ujarnya.

Konflik Timur Tengah Berpotensi Pengaruhi Energi

Meski demikian, Andi Harun tidak menampik konflik di Timur Tengah dapat memberikan dampak terhadap sektor energi global.

Menurut dia, situasi geopolitik tersebut bisa memengaruhi harga minyak dunia karena jalur distribusi energi global berada di kawasan yang saat ini menjadi titik ketegangan.

Baca juga: Menyamar Jadi Teknisi, Dua Pria Curi 9 Baterai Tower di Samarinda

Ia mencontohkan Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting distribusi minyak dunia kini berada dalam pengawasan ketat akibat konflik yang melibatkan Iran.

“Memang ada pengaruh situasi perang Israel-Amerika dengan Iran. Di sana ada Selat Hormuz yang dijaga ketat. Tapi sumber minyak Indonesia tidak hanya dari Timur Tengah. Kita juga bisa membeli dari beberapa negara lain,” jelasnya.

Andi Harun mengatakan pemerintah pusat juga telah menyiapkan skenario darurat untuk mengantisipasi gangguan pasokan energi jika konflik berkepanjangan.

Ia menyebutkan pemerintah telah menyiapkan ketahanan energi hingga 90 hari apabila terjadi kondisi darurat.

“Di berbagai media disebutkan kemampuan cadangan kita hanya sampai 20 hari. Tapi orang sering berhenti di situ. Yang diumumkan pemerintah secara resmi adalah disiapkan skenario darurat hingga 90 hari,” katanya.

Dampak pada APBN dan Ekonomi

Ia juga menyoroti potensi dampak konflik global terhadap kondisi keuangan negara.

Menurutnya, pemerintah pusat telah mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini mengalami tekanan akibat dinamika global, termasuk kenaikan harga energi.

“Pemerintah sudah menyampaikan secara resmi bahwa APBN kita saat ini mengalami defisit sekitar Rp 135,7 triliun. Itu setara sekitar 0,33 sampai 0,53 persen dari PDB,” ujar Andi Harun.

Baca juga: Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik 2026, Komisaris Utama Pertamina Tinjau SPBU KM 57

Halaman:


Terkini Lainnya
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Wali Kota Samarinda Pastikan Pasokan BBM Aman Meski Konflik Iran–Israel Memanas
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat