SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan santunan kematian dan kecelakaan kerja kepada keluarga korban tewas di gondola saat membersihkan kaca apartemen.
Diketahui, korban Edy Suratno (ES) bersama temannya, Ribut Budiyanto terjebak di gondola saat hujan deras disertai angin kencang di apartemen kawasan Lakasantri pada Senin, 2 Maret 2026.
Akibatnya, Edy meninggal dunia setelah terombang-ambing angin kencang di ketinggian. Sedangkan rekannya Ribut mengalami sejumlah luka.
“Pertama terkait santunan almarhum dalam kondisi bekerja, kedua beasiswa untuk putra pertama dan kedua, karena dalam BPJS ini ada beasiswa sampai kuliah,” kata Eri Cahyadi di rumah duka, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Penyebab Tewasnya 1 Teknisi Apartemen Surabaya Usai Menggantung dan Terombang-ambing di Gondola
Eri Cahyadi merinci, santunan BPJS Ketenagakerjaan itu diberikan kepada Istri korban sebesar Rp 272 juta serta beasiswa bagi kedua anak korban senilai Rp 158 juta dalam bentuk tabungan.
Lebih lanjut, Eri mengingatkan kepada para pekerja untuk berhati-hati ketika menjalakan tugasnya. Sebab, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu perlu diwaspadai.
“Sebenarnya beliau kemarin itu sudah menggunakan (alat keselamatan). Kalau bisa kita lihat itu karena anginnya seperti itu, sehingga beliau tergantung di sana,” ujarnya.
“Makanya itu saya mengingatkan kepada seluruh warga Surabaya, dalam kondisi cuaca seperti ini, maka ketika bekerja dalam apa pun terlebih ketika dalam proyek maka menggunakan K3,” kata Eri Cahyadi lagi.
Baca juga: Disnakertrans Jatim Selidiki Tewasnya Teknisi Tergantung Gondola di Surabaya
Diberitakan sebelumnya, ES tewas saat terjebak di atas gondola di lantai 26 Tower D2 Apartemen Waterplace Residents, Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya pada 2 Maret 2026.
Gondola yang ditumpangi ES bersama rekannya diterpa angin kencang disertai hujan deras saat berada di atas gedung apartemen.
ES berhasil dievakuasi petugas sekitar pukul 17.25 WIB, namun sayangnya nyawanya tidak tertolong.
“Untuk korban meninggal dunia yang tergantung di gondola kedua diduga terpental keluar dari gondola,” kata petugas Command Center 112 Surabaya, Ekky Maulana.
Baca juga: 3 Fakta Tewasnya Teknisi Pembersih Kaca Gedung di Surabaya, Sempat Terombang-ambing di Gondola
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang