Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam untuk Mudik, Waspadai Titik Perlambatan Ini

Kompas.com, 11 Maret 2026, 17:35 WIB
Rahmat Panji ,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

PADANG PANJANG, KOMPAS.com – Ruas jalan nasional Sicincin–Padang Panjang via Lembah Anai mulai dibuka secara fungsional selama 24 jam penuh pada Rabu (11/3/2026). Pembukaan ini dilakukan untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026 setelah jalur tersebut sempat terputus akibat bencana banjir bandang pada November 2025 lalu.

Data Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) menunjukkan seluruh ruas jalan telah tersambung, meski progres perbaikan secara keseluruhan baru mencapai 44 persen. Saat ini, alat berat dan plang proyek telah dipindahkan, serta pembatas jalan (barrier) telah dipasang di sepanjang jalur untuk menjamin keamanan pemudik.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengonfirmasi bahwa status fungsional 24 jam telah resmi dimulai hari ini. Hingga pukul 13.00 WIB, intensitas kendaraan yang melintas terpantau masih landai.

"Hingga pukul 13.00 WIB, pantauan kami menunjukkan arus kendaraan yang melintas masih cukup sepi," ujar Pifzen saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Detail Rekayasa Lalu Lintas di Padang Panjang Selama One Way Lembah Anai Saat Mudik 2026

Waspadai Titik Perlambatan di Silaiang Kariang

Meski jalur sudah tersambung, pihak kepolisian menemukan adanya titik yang memicu perlambatan laju kendaraan, yakni di tanjakan jembatan Silaiang Kariang, Padang Panjang. Di lokasi tersebut, konstruksi ruas jalan dinilai terlalu curam dan tidak rata, sehingga pengemudi harus mengurangi kecepatan secara drastis.

"Kendaraan kecil seperti sedan bahkan harus mengambil lajur agak ke kanan sedikit agar bisa melintas dengan aman," jelas Pifzen.

Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan panjang jika tidak segera ditangani, mengingat Lembah Anai merupakan jalur utama mudik. Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan BPJN Sumbar untuk segera memasang pelat baja di titik tersebut.

Baca juga: Tanpa Jalur Malalak, Waktu Tempuh Padang–Bukittinggi via Lembah Anai Terancam Bengkak 10 Jam

Persiapan Pos Pengamanan bagi Pemudik

Terkait operasional jembatan kembar, saat ini belum bisa difungsikan sepenuhnya untuk kedua jalur. "Di jembatan kembar sedang dilakukan proses sterilisasi, karena sebelumnya salah satu ruas digunakan untuk meletakkan alat perbaikan jalan," tambah Pifzen.

Untuk menjamin kelancaran dan keamanan arus lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2026, Polres Padang Panjang telah menyiagakan empat Pos Pengamanan dan satu Pos Pelayanan yang tersebar di sepanjang jalur Lembah Anai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Jalur Lembah Anai Dibuka 24 Jam untuk Mudik, Waspadai Titik Perlambatan Ini
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat