PALEMBANG, KOMPAS.com — Pelaku pembunuhan terhadap RA Gusti Randa (20) yang tewas dalam aksi tawuran di Kota Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap saat berada di Kota Cilegon, Provinsi Banten.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Musa Jedi Permana mengatakan, pelaku berinisial MM (19) ditangkap pada Selasa (10/3/2026) setelah polisi melakukan pengejaran lintas provinsi.
“Setelah menerima laporan polisi, anggota Satreskrim Polrestabes Palembang langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri pergerakan tersangka,” ujar Musa, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Terlibat Tawuran, Pelajar SMA di Palembang Tewas Ditusuk
Menurut dia, dari hasil penyelidikan polisi memperoleh informasi bahwa tersangka berada di wilayah Cilegon.
Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Opsnal Polsek Ilir Timur II kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka.
“Tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa kembali ke Palembang untuk menjalani proses penyidikan,” jelasnya.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu senjata tajam jenis tombak bermata tiga bergagang bambu, satu kaus berwarna hitam, serta satu jaket hijau milik tersangka.
“Tombak ini yang digunakan dalam tawuran untuk menghabisi nyawa korban,” kata Musa.
Baca juga: Pantau Medsos, Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja Subang, 6 Celurit Diamankan
Sebelumnya diberitakan, seorang pelajar SMA tewas setelah mengalami luka tusuk saat terlibat tawuran antar kelompok remaja di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan gudang Bulog, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Sumatera Selatan.
Korban diketahui bernama RA Gusti Randa (20). Ia mengalami dua luka tusuk di bagian kiri atas perut akibat serangan senjata tajam saat bentrokan berlangsung.
Musa menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok remaja yang berasal dari kawasan 1 Ilir dan Boom Baru.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dan diduga telah direncanakan sebelumnya sebagai ajang tawuran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang