Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Lengkap dan Rute Baru KA Lebaran 2026 di Sumatera Barat

Kompas.com, 13 Maret 2026, 11:20 WIB
Rahmat Panji ,
Reni Susanti

Tim Redaksi

PADANG, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat resmi memulai masa Angkutan Lebaran 2026. Hal itu ditandai dengan apel gelar pasukan di Stasiun Padang, Jumat (13/3/2026).

Selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI menyiagakan seluruh personel dan sarana untuk melayani lonjakan pemudik di wilayah Sumatera Barat.

Kepala Divisi Regional II Sumbar, Muh Tri Setyawan mengatakan, tahun ini pihaknya menyediakan total 171.424 tempat duduk bagi penumpang kereta api selama periode mudik Lebaran.

“Apel ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan mudik yang aman dan nyaman. Kami memproyeksikan puncak volume penumpang akan terjadi pada 18 Maret 2026,” ujar Tri kepada Kompas.com.

Jumlah kursi yang disediakan tersebut meningkat 9 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 156.640 kursi.

Baca juga: Pastikan Aman, 266 Personel Gabungan Amankan Mudik dan Lebaran di Pamekasan

Perubahan Rute KA Lembah Anai

Salah satu hal yang perlu diperhatikan pemudik tahun ini adalah perubahan pola operasi KA Lembah Anai.

Jika sebelumnya melayani rute Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kini rutenya dialihkan menjadi Kayu Tanam–Padang (PP).

Perubahan tersebut membuat kapasitas tempat duduk menjadi lebih banyak sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api selama periode Angkutan Lebaran.

Baca juga: Sejumlah Titik Kepadatan di Jember Saat Arus Mudik Lebaran, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin

616 Perjalanan Kereta 

Selama periode mudik, KAI mengoperasikan rata-rata 28 perjalanan kereta api per hari atau total 616 perjalanan selama masa posko Angkutan Lebaran.

Rinciannya, KA Pariaman Ekspres (Pauh Lima–Naras PP) sebanyak 10 perjalanan, KA Minangkabau (Pulau Aie–BIM PP) 12 perjalanan, serta KA Lembah Anai (Padang–Kayu Tanam) enam perjalanan.

Untuk mendukung operasional tersebut, Divre II Sumbar menyiagakan 13 lokomotif, 26 kereta, serta tiga trainset KRD yang telah dinyatakan layak jalan melalui ramp check bersama Kementerian Perhubungan.

Antisipasi Longsor

Mengingat kondisi geografis Sumatera Barat yang rawan longsor dan banjir, KAI juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di sejumlah titik rawan.

Petugas Penjaga Jalur (PPJ) tambahan dan personel pengamanan juga disiagakan untuk memantau kondisi prasarana secara real-time.

KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, termasuk memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI yang dapat diakses mulai H-7 sebelum keberangkatan.

Meski pembelian tiket secara go-show di loket stasiun tetap dilayani, pembelian hanya bisa dilakukan mulai tiga jam sebelum kereta berangkat selama kuota masih tersedia.

“Seluruh pelanggan juga kami harapkan dapat mematuhi aturan dan arahan petugas demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan selama perjalanan menggunakan kereta api,” kata Tri.

Selain itu, pemudik juga diminta memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun.
Hal ini menyusul adanya pemberlakuan sistem satu arah (one way) di jalur utama Padang–Bukittinggi yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

KAI juga mengingatkan penumpang agar membawa barang secukupnya demi kenyamanan selama berada di dalam gerbong.

Sebagai bentuk pelayanan selama bulan Ramadhan, KAI turut membagikan takjil gratis bagi penumpang pada waktu tertentu, baik di area stasiun maupun di dalam kereta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Jadwal Lengkap dan Rute Baru KA Lebaran 2026 di Sumatera Barat
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat