Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sopir Truk Menginap 2 Hari Antre Kapal di Pelabuhan BBJ, Terancam Lebaran di Jalan

Kompas.com, 15 Maret 2026, 20:55 WIB
Rasyid Ridho,
Reni Susanti

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com — Antrean kendaraan truk logistik terjadi di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ), Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, menjelang Lebaran 2026.

Kondisi tersebut membuat sejumlah sopir truk harus menginap berhari-hari untuk menunggu giliran diseberangkan ke Pulau Sumatera.

“Tertahan sudah dua hari dua malam di pelabuhan (BBJ) Bojonegara, Banten,” kata Ma’ruf, salah satu sopir truk melalui video yang diterima Kompas.com, Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Cerita Pemudik Terjebak Macet 14 Jam di Pelabuhan Gilimanuk Jelang Nyepi

Ribuan truk antre di kantong parkir

Pantauan Kompas.com sekitar pukul 16.30 WIB, truk logistik memadati kantong parkir pelabuhan dengan berbagai muatan sambil menunggu giliran masuk ke kapal.

Barisan truk besar golongan VII, VIII, dan IX harus antre sesuai nomor antrean yang telah disiapkan petugas.

Ma’ruf menyebut tidak hanya dirinya yang terjebak antrean panjang. Menurut dia, ada ribuan truk yang harus menunggu berhari-hari di pelabuhan.

Kondisi tersebut membuat para sopir harus mengeluarkan biaya tambahan untuk makan dan kebutuhan lainnya selama menunggu giliran berangkat.

Baca juga: Potong Jalur, Mobil Pemudik Tabrakan di Tol Semarang-Solo, 2 Terluka

Sopir sebut kapal terbatas

Menurut Ma’ruf, lamanya antrean terjadi karena jumlah kapal yang beroperasi terbatas serta ukuran kapal yang relatif kecil.

Ia menyebut kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan BBJ menuju Bakauheni hanya tiga unit.

“Kapal yang melayani pemberangkatan dari Pelabuhan BBJ ke Bakauheni hanya ada 3 unit,” ucap dia.

Sopir truk lainnya, Fauzan, mengaku sudah dua hari menginap di Pelabuhan BBJ. Namun hingga Minggu sore ia belum mendapat kepastian kapan bisa masuk kapal.

“Enggak tahu ini, mungkin menginap 1 malam lagi, enggak tahu 2 malam lagi, antrean masih panjang,” kata Fauzan.

Ia khawatir kondisi tersebut dapat menyebabkan kerugian bagi para sopir, terutama jika muatan rusak akibat panas selama menunggu di pelabuhan.

Fauzan juga berharap pemerintah dapat membantu mempercepat arus kendaraan logistik, terutama menjelang kebutuhan Lebaran masyarakat di Pulau Sumatera.

“Kita juga butuh kumpul sama keluarga, kita enggak pengen Lebaran di jalan,” ucapnya.
Polisi sebut kapasitas pelabuhan masih tersedia

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan kapasitas di dalam Pelabuhan Bandar Bakau Jaya sekitar 1.600 kendaraan.

“Hingga malam hari ini baru terisi sekitar 50 persen atau sekitar 700 kendaraan,” ujar Hengki.

Kementerian Perhubungan menyebutkan Pelabuhan BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu mengoperasikan sekitar 10 hingga 12 kapal per hari, menyesuaikan dengan dinamika pergerakan kendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Sopir Truk Menginap 2 Hari Antre Kapal di Pelabuhan BBJ, Terancam Lebaran di Jalan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat