Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Calya Tabrak Bus Berhenti di Tol Pejagan-Pemalang: 4 Korban Meninggal, 1 Balita Kritis

Kompas.com, 19 Maret 2026, 15:17 WIB
Tresno Setiadi,
Vachri Rinaldy Lutfipambudi

Tim Redaksi

TEGAL, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 290+700 B (jalur one way), wilayah Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026).

Insiden ini mengakibatkan empat orang dalam satu keluarga meninggal dunia. Mereka adalah pasangan suami istri dan dua anak.

Sementara itu, satu korban lainnya, anak bungsu balita berusia 3 tahun dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Siaga Medika Pemalang.

Para korban diketahui pemudik yang hendak menuju Pemalang.

Pengemudi Diduga Mengantuk

Berdasarkan informasi dari Satlantas Polres Tegal, kecelakaan melibatkan mobil Toyota Calya bernomor polisi B-2399-FFR dengan bus Hino Agra Mas bernomor polisi T-7622-DA.

Mobil Calya yang ditumpangi lima orang tersebut melaju dari arah barat menuju timur dengan tujuan keluar Gerbang Tol (GT) Pemalang.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Pejagang-Pemalang KM 290 Jateng, 3 Orang Meninggal Dunia

Rombongan satu keluarga itu diketahui sedang melakukan perjalanan mudik dari Cikarang menuju Petarukan, Pemalang.

Kecelakaan terjadi saat kendaraan korban hampir mencapai tujuan. Mereka diketahui berencana keluar melalui GT Exit Gandulan Pemalang.

“Tujuan korban memang ke Pemalang. Mereka sudah mendekati Exit Gandulan, tetapi kecelakaan terjadi di KM 290,” kata Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sementara, mobil Calya diduga menabrak bagian belakang bus yang sedang berhenti di bahu jalan karena kondisi darurat.

“Dugaan sementara, pengemudi mengantuk. Hal ini terlihat dari tidak adanya tanda pengereman maupun upaya memperlambat kendaraan sebelum tabrakan terjadi. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Wuri.

Baca juga: Kecelakaan Maut Tol Pemalang - Batang: Satu Keluarga Tewas, Balita 3 Tahun Selamat

Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya meninggal saat dalam penanganan medis.

“Satu korban anak usia 3 tahun selamat namun dalam kondisi kritis. Mohon doanya semoga masih bisa diselamatkan,” jelasnya.

Atas peristiwa ini, pihak kepolisian mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama dengan beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk.

Baca juga: Hari Ketujuh Mudik Lebaran: 141 Kecelakaan, 21 Orang Meninggal Dunia

Sementara itu, Siti (56), selaku kerabat korban mengatakan, keluarga tersebut rutin mudik setiap tahun demi bertemu keluarga besarnya di kampung halaman.

“Itu keponakan saya yang kecelakaan, perjalanan dari Cikarang mudik pulang kampung ke Petarukan seperti tahun sebelumnya,” ujarnya saat ditemui di RS Siaga Medika Pemalang.

Adapun identitas korban meninggal dunia yakni Gunawan (42), Devi Agustina (33), Nafisah Maisaroh (11), dan Narendra Dewan Gaozan (8). Sementara itu, balita Nuriel Arshaka Sachid (3) mengalami luka serius dan masih dalam penanganan tim medis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Regional
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Regional
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Calya Tabrak Bus Berhenti di Tol Pejagan-Pemalang: 4 Korban Meninggal, 1 Balita Kritis
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat