Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antisipasi Lonjakan Arus Balik, One Way Lokal Akan Diberlakukan di Tol Cipali Siang Ini

Kompas.com, 23 Maret 2026, 11:51 WIB
Ahya Nurdin ,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

SUBANG, KOMPAS.com - Arus balik kendaraan pemudik di Tol Cipali mulai terasa sejak Minggu (22 Maret 2026) sore, hingga Senin (23 Maret 2026) pagi. Bahkan, volume kendaraan terus meningkat.

Seiring meningkatnya arus balik kendaraan pemudik di Tol Cipali, pihak Korlantas Polri akan memberlakukan rekayasa one way lokal mulai Senin siang ini pukul 12.00 WIB.

Namun, kebijakan ini bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan. Sementara itu, untuk jadwal one way nasional akan berlaku mulai Selasa (24/3/2026) dini hari.

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengatakan bahwa memasuki H+2 Lebaran pada Senin ini, arus lalu lintas menuju arah Cirebon terpantau melandai. Sedangkan arus menuju Jakarta meningkat dengan kondisi ramai lancar.

"Berdasarkan data periode pukul 00.00 hingga 09.00 WIB, tercatat sekitar 12.000 kendaraan melintasi Cikopo menuju Cirebon. Volume lalu lintas tersebut lebih rendah 36,3 persen dibandingkan periode yang sama kemarin," kata Ardam, Senin.

Baca juga: H+1 Lebaran, Arus Balik di Tol Cipali Mulai Terasa, 23.000 Kendaraan Melintas Menuju Jakarta

Sementara dari arah sebaliknya, tercatat sekitar 13.000 kendaraan melintasi Cikopo menuju Jakarta. Angka itu meningkat signifikan 161,5 persen dibandingkan periode yang sama pada Minggu kemarin.

"Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali meningkat sekitar 4,2 persen dibandingkan periode yang sama kemarin," ujarnya.

Guna antisipasi kepadatan kendaraan arus balik hari ini, Astra Tol Cipali bersama pihak Kepolisian akan memberlakukan one way lokal.

"Hari ini, berdasarkan diskresi dari pihak kepolisian, one way lokal akan diberlakukan mulai siang ini pukul 12.00 WIB. Saat ini, pihak Astra Tol Cipali sedang melakukan sterilisasi dari pukul 10.00-11.30 WIB," katanya.

Baca juga: Hari Lebaran 2026, Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 65,7 Persen

Diharapkan dengan diberlakukannya one way lokal ini arus balik kendaraan pemudik di Tol Cipali Subang akan lancar dan tidak terjadi tumpukan maupun kemacetan.

"Kami juga mengimbau pengguna jalan untuk beristirahat di rest area terdekat apabila merasa lelah atau mengantuk. Di ruas Tol Cipali tersedia rest area di Km 86, Km 102, Km 130A, dan Km 166 arah Cirebon, serta di Km 164, Km 130B, Km 101, dan rest area fungsional Km 77 arah Jakarta," ujarnya.

Apabila kapasitas rest area penuh, menurut Ardam, pengguna jalan dapat memanfaatkan tempat istirahat di luar gerbang tol terdekat.

"Dengan sistem transaksi tertutup, tarif tol tetap sama meskipun pengguna jalan keluar dan masuk kembali ke jalan tol," katanya.

Baca juga: Arus Balik di Tol Cipali Belum Terasa pada H+1 Lebaran, Diprediksi Besok Mulai Ramai

Pengguna jalan juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima, serta tidak memaksakan diri apabila mengantuk.

"Apabila membutuhkan bantuan darurat atau informasi lalu lintas terkini, silakan hubungi Call Center: 0260-7600-600, WhatsApp: 0811-2347-600," ujar Ardam.

"Pengguna jalan juga dapat memperoleh informasi lalu lintas terkini melalui kanal Info Cipali di Instagram dan X @ASTRATolCipali," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Antisipasi Lonjakan Arus Balik, One Way Lokal Akan Diberlakukan di Tol Cipali Siang Ini
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat