Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Remaja Korban Ledakan Mercon di Purworejo Meninggal Dunia Usai Sepekan Dirawat

Kompas.com, 30 Maret 2026, 14:34 WIB
Bayu Apriliano,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban ledakan mercon di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Setelah sempat menjalani perawatan intensif selama lebih dari sepekan, MRP (18) akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar serius yang dideritanya.

MRP mengembuskan napas terakhir di RS PKU Muhammadiyah Gombong pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca juga: Penampakan Rumah di Purworejo Hancur Dihantam Ledakan Mercon, 5 Orang Terluka

Jenazahnya kemudian dipulangkan ke rumah duka di Desa Tasik Madu, Kecamatan Pituruh, dan dimakamkan pada Minggu (29/3/2026) di pemakaman desa setempat.

Polisi Masih Selidiki Kasus Ledakan

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan akan dilanjutkan dengan gelar perkara.

Peristiwa ledakan mercon tersebut terjadi di Dusun Tanggulangin, Desa Tasik Madu, Kecamatan Pituruh pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

“Nanti akan kami gelarkan, masih menunggu hasil penyelidikan,” ujarnya pada Senin (30/3/2026).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya selongsong petasan, serpihan mercon, serta alat-alat yang digunakan untuk merakit bahan peledak tersebut.

Baca juga: Kasus Ledakan Mercon di Purworejo, Polisi Dalami Peredaran Bahan Peledak Ilegal

Ledakan itu juga menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah. Bagian atap teras mengalami kerusakan, kaca jendela pecah, serta lantai berlubang dengan diameter sekitar 40 sentimeter dan kedalaman kurang lebih 15 sentimeter.

Kasatreskrim menyebut, bahwa ledakan terjadi saat proses perakitan masih berlangsung.

“Ledakan terjadi saat proses pengisian bahan ke dalam selongsong mercon. Di lokasi ada lima orang, satu orang yang merakit dan empat lainnya menonton, sehingga semuanya ikut menjadi korban,” jelas Dwiyono.

Sempat Membaik Sebelum Kondisi Menurun

Ayah korban, S (48), membenarkan kabar tersebut. Ia mengaku mendapat informasi meninggalnya sang anak pada Sabtu malam.

“Dikabari pada malam hari, meninggal sekitar pukul 23.30 WIB di PKU Gombong,” ujar S.

Menurutnya, sebelum dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Gombong, Rizki sempat dirawat di RS Palangbiru Kutoarjo. Bahkan, kondisi korban sempat menunjukkan tanda-tanda membaik dan sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga.

“Awalnya sempat membaik, sudah bisa diajak komunikasi. Tapi pada hari Rabu kondisinya menurun, kemudian dirujuk ke PKU Gombong, dan akhirnya meninggal,” jelasnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Regional
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Regional
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Remaja Korban Ledakan Mercon di Purworejo Meninggal Dunia Usai Sepekan Dirawat
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat