PURWOREJO, KOMPAS.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban ledakan mercon di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Setelah sempat menjalani perawatan intensif selama lebih dari sepekan, MRP (18) akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar serius yang dideritanya.
MRP mengembuskan napas terakhir di RS PKU Muhammadiyah Gombong pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Baca juga: Penampakan Rumah di Purworejo Hancur Dihantam Ledakan Mercon, 5 Orang Terluka
Jenazahnya kemudian dipulangkan ke rumah duka di Desa Tasik Madu, Kecamatan Pituruh, dan dimakamkan pada Minggu (29/3/2026) di pemakaman desa setempat.
Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Dwiyono menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan akan dilanjutkan dengan gelar perkara.
Peristiwa ledakan mercon tersebut terjadi di Dusun Tanggulangin, Desa Tasik Madu, Kecamatan Pituruh pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
“Nanti akan kami gelarkan, masih menunggu hasil penyelidikan,” ujarnya pada Senin (30/3/2026).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya selongsong petasan, serpihan mercon, serta alat-alat yang digunakan untuk merakit bahan peledak tersebut.
Baca juga: Kasus Ledakan Mercon di Purworejo, Polisi Dalami Peredaran Bahan Peledak Ilegal
Ledakan itu juga menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah. Bagian atap teras mengalami kerusakan, kaca jendela pecah, serta lantai berlubang dengan diameter sekitar 40 sentimeter dan kedalaman kurang lebih 15 sentimeter.
Kasatreskrim menyebut, bahwa ledakan terjadi saat proses perakitan masih berlangsung.
“Ledakan terjadi saat proses pengisian bahan ke dalam selongsong mercon. Di lokasi ada lima orang, satu orang yang merakit dan empat lainnya menonton, sehingga semuanya ikut menjadi korban,” jelas Dwiyono.
Ayah korban, S (48), membenarkan kabar tersebut. Ia mengaku mendapat informasi meninggalnya sang anak pada Sabtu malam.
“Dikabari pada malam hari, meninggal sekitar pukul 23.30 WIB di PKU Gombong,” ujar S.
Menurutnya, sebelum dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Gombong, Rizki sempat dirawat di RS Palangbiru Kutoarjo. Bahkan, kondisi korban sempat menunjukkan tanda-tanda membaik dan sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga.
“Awalnya sempat membaik, sudah bisa diajak komunikasi. Tapi pada hari Rabu kondisinya menurun, kemudian dirujuk ke PKU Gombong, dan akhirnya meninggal,” jelasnya.