SEMARANG, KOMPAS.com – Dugaan intimidasi dan penganiayaan muncul di tengah penanganan kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang alumni Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) Semarang, Jawa Tengah.
Seorang aktivis mahasiswa dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal usai kasus tersebut mencuat.
Korban diketahui merupakan Ketua Koordinasi Komisariat HMI Unisula, Aldi Maulana.
Dia diduga dijemput paksa oleh dua orang tak dikenal pada dini hari, kemudian mengalami kekerasan fisik sebelum akhirnya dipulangkan kembali.
Baca juga: Guru di Flores Timur NTT Dianiaya Orangtua Siswa, Pipi dan Pelipis Terluka
“Tadi subuh itu dijemput dua orang dipukulin. Ini masih kita selidiki ada kaitannya dengan perkara (dugaan pelecehan seksual) ini atau tidak,” ujar Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Korkom Unisula, Tegar Wijaya Muhkti kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba. Identitas penganiaya masih belum diketahui.
Korban disebut sempat dibawa pergi, mengalami pemukulan, lalu dikembalikan dalam kondisi luka.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh dan wajah.
Saat ini, korban masih dalam proses pemulihan di kediamannya.
“Ya, lebam," ungkapnya.
Selain dugaan penganiayaan, korban juga disebut menerima ancaman.
Ancaman itu diduga berkaitan dengan viralnya kasus kekerasan seksual yang sedang dikawalnya.
“Ya karena ada di viral ya siap-siap aja kalau nanti terjadi apa-apa ke dirimu gitu bilangnya,” ucap Muhkti menirukan perkataan pelaku.
Baca juga: Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Guru di Flores Timur yang Dianiaya Orangtua Siswa
Hingga kini, pihak pendamping masih mendalami apakah peristiwa penganiayaan tersebut berkaitan langsung dengan kasus kekerasan seksual yang sedang ditangani.
Meski demikian, insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan aktivis mahasiswa.