Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kental Lembut Saus Rujak Petis Pojok, Kuliner Legendaris Kota Madiun

Kompas.com, 26 November 2024, 08:18 WIB
Muhlis Al Alawi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

MADIUN, KOMPAS.com - Bagi para penggemar makanan yang berlimpah sayuran dipadu dengan petis dan sambal kacang yang pedas, wajib mencoba menu yang satu ini bila berkunjung ke Kota Madiun.

Meski sama-sama menggunakan sambal kacang, menu ini memiliki ciri khas yang berbeda bila dibandingkan dengan pecel sejenis.

Bila pecel menggunakan aneka sayuran untuk penyajiannya, maka menu makanan tradisional yang satu ini banyak menggunakan sayur kangkung dicampur toge plus mentimun krai sebagai bahan utamanya.

Tak hanya itu, tempe dan tahu goreng yang dipotong kecil-kecil menambah kenikmatan pecinta kuliner yang biasa menyebutnya dengan nama rujak petis Madiun ini.

Baca juga: Sate Komoh Bu Saminah, Kuliner Legendaris Pasuruan yang Buka 3 Jam Sehari

Perbedaan rujak petis Madiun dengan daerah lainnya di antaranya saus petis yang kental dan kaya rasa. Saus petis di Madiun cenderung manis dan pekat dibandingkan dengan rujak petis daerah lainnya.

Kendati demikian, rujak petis khas Madiun -tentu saja, tak kalah lezat. Balutan sambel kacang dipadu dengan petis dan air asem memberikan cita rasa yang berbeda.

Para pecinta kuliner pun banyak yang mengaku ketagihan, karena melimpahnya sayur kangkung dan toge yang disirami dengan sambel kacang dipadu petis yang lezat.

Salah satu rujak petis legendaris di Madiun adalah Rujak Petis Pojok yang berada di Jalan Kapten Saputro, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman.

Baca juga: Jejak Akulturasi Jawa dan Tionghoa dalam Kenyalnya Tahu Takwa Kediri

Rujak Petis Pojok awalnya dirintis Bu Suyati, kemudian dilanjutkan putrinya bernama Mbak Purwati.

Lapak Rujak Petis Pojok yang saat ini menggunakan emperen balai RT sudah 30an tahun menjajakan cita rasa rujak petis khas Madiun.

Mbak Pur sapaan akrab Purwati yang ditemui Kompas.com di kedainya, Senin (25/11/2024) kemarin bercerita, awal mula ibunya merintis jualan rujak petis ini. Tak jauh dari lokasinya saat ini, ibunya berjualan rujak petis serupa.

ULEK SAUS—Mbak Pur, pemilik warung Rujak Petis Pojok sementara mengulek saus yang terbuat aneka rempah sebelum dituangkan di Rujak Petis MadiunKOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI ULEK SAUS—Mbak Pur, pemilik warung Rujak Petis Pojok sementara mengulek saus yang terbuat aneka rempah sebelum dituangkan di Rujak Petis Madiun

Lantaran makin banyak pelanggannya, ibunya kemudian memindahkan usaha warung makan Rujak Petis Madiun di emperan balai RT yang berada di Jalan Kapten Saputro, Kota Madiun. 

Mbak Pur mengatakan, sejatinya tidak ada perbedaan bahan dasar pembuatan rujak petis yang dijualnya dengan rujak petis di daerah lainnya.

Namun rujak petis "besutannya" diklaim lebih mengedepankan saus yang langsung dibuat di tempat dengan cobek  jumbo. Tingkat kepedasannya pun disesuaikan dengan selera masing-masing pemesann.

Tak hanya itu, ulekan Mbak Pur dalam memadukan antara cabe, kacang, petis, garam menjadi pembeda cita rasa Rujak Petis Pojok.

Baca juga: Menguak Rahasia Kuah Pekat Rawon Subedo, Kuliner Khas Surabaya

Buktinya Rujak Petis Pojok Mbak Pur tak pernah sepi pengunjung. “Satu ulekan bisa untuk 10 porsi. Mungkin goyangan ulekan sambelnya di sini yang menjadikan kami selalu ramai pengunjung,” sebut Mbak Pur.

Satu porsi rujak petis besutan Mbak Pur dijual murah meriah. Pecinta kuliner cukup membayar Rp 15.000, sudah cukup membuat perut kenyang.

Tak hanya rujak petis, aneka minuman mulai dari es teh, es jeruk, hingga es blewah disediakan untuk menambah kelezatan sajikan ini.

“Kami buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00 atau pukul 15.00 WIB,” sambung Mbak Pur.

Bila musim liburan dan lebaran tiba, Mbak Pur menyatakan banyak pecinta kuliner rujak petis yang datang ke warungnya. Bahkan terkadang ia bersama ibunya sampai kewalahan melayani pesanan.

Baca juga: Uniknya Asal-usul Nama Lontong Balap di Surabaya, Siapa yang Balapan?

“Banyak orang dari luar kota seperti Jakarta yang datang ke sini. Katanya kalau mau makan rujak petis kalau nggak mampir di Mbak Pur seperti belum datang di Madiun."

"Kemarin ada warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang melihat ulasan menu kami di media sosial juga terus datang ke sini untuk langsung mencoba Rujak Petis Pojok,” kata Mbak Pur.

Halaman:


Terkini Lainnya
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
Surabaya
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Surabaya
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Surabaya
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Surabaya
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Surabaya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau