SURABAYA, KOMPAS.com - PT PLN mencatat sejumlah tiang listrik dan gardu distribusi terdampak erupsi Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025).
Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD untuk proses perbaikan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur (Jatim), Ahmad Mustaqir mengatakan, pihaknya telah mengecek sejumlah aset di lokasi terdampak untuk pemetaan.
Kemudian, kata Ahmad, pihaknya mencatat 10 buah tiang patah atau hilang serta gardu distribusi kapasitas 100 KVA (Kilo Volt-Ampere), yang menyuplai 100 pelanggan terendam lahar.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, KAI Daop 9 Jember Cek Jalur Kereta Terdekat dengan Semeru
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan kondisi aman dan siap untuk melaksanakan recovery pada jaringan terdampak," kata Ahmad, melalui rilisan tertulisnya, Kamis (20/11/2025).
Lebih lanjut, Ahmad menyebut, PLN juga menyalurkan bantuan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Pihaknya juga mengevakuasi warga yang berada di zona merah.
Sedangkan, bantuan yang diberikan, seperti diapers, makanan siap saji, obat-obatan, selimut hingga masker. Selain itu, PLN juga mendirikan dapur darurat untuk kebutuhan logistik warga.
"Kami juga akan menyalurkan bantuan tambahan dari YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN dan PLN Peduli semoga dapat meringankan beban warga yang terdampak," ucapnya.
Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Semeru, 143 Ternak Warga Mati
Diberitakan sebelumnya, BPBD Jatim mengimbau warga yang menonton dampak erupsi Gunung Semeru untuk menggunakan alat pelindung diri (APD).
Gunung Semeru yang berlokasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meletus pada Rabu (19/11/2025). Gunung itu mengeluarkan awan panas guguran (APG) sejauh 14 kilometer dari puncak kawah.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto meminta masyarakat yang menonton lokasi terdampak erupsi untuk berhati-hati karena tanah yang terdampak kondisinya panas.
"Pastinya di lokasi terdampak, masyarakat akan banyak melihat kondisi di Lumajang. Tapi tetap kehati-hatian perlu dijaga karena tanah mungkin sebagian masih panas,” kata Gatoto, Kamis (20/11/2025).
Baca juga: Kondisi SDN 2 Supiturang Usai Erupsi Semeru, Bangunan Hilang Tersisa Fondasi
Gatot mengatakan, saat ini aktivitas Gunung Semeru mulai mereda. Sebagian pengungsi kembali untuk melihat kondisi rumah.
“Mohon berhati-hati karena pasir yang dipijak sebagian masih panas dan perlu menggunakan perangkat keselamatan baik itu sepatu, jaket, dan masker,” terangnya.
Imbauan tersebut demi keselamatan masyarakat, sebab debu dampak awan panas masih ada dan sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang