BLITAR, KOMPAS.com – Suyoto (57), warga Dusun Genjong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tertimbun material tanah longsor saat sedang mencari rumput di pekarangan rumah pada Minggu (15/3/2026) sore.
Setelah dilakukan pencarian selama sekitar dua jam oleh warga bersama tim relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Suyoto berhasil ditemukan namun dalam kondisi meninggal.
“Upaya menemukan korban berlangsung sekitar dua jam. Namun, korban sudah meninggal ketika ditemukan dari timbunan tanah longsor sekitar pukul 16.00 WIB,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, kepada Kompas.com, Minggu petang.
Wahyudi mengaku, tidak mengetahui persis apa penyebab tewasnya Suyoto. Namun, dia mengatakan bahwa volume tanah longsor yang menimbun Suyoto cukup besar.
“Bagian dari tebing yang longsor berukuran panjang sekitar 20 meter dan tebal 6 hingga 7 meter,” ujarnya.
Baca juga: Tiket Bus AKAP di Blitar Naik Saat Arus Balik Lebaran, Kenaikan Baru pada Bus AKDP
Wahyudi mengatakan bahwa bencana tanah longsor tersebut diawali dengan hujan deras yang berlangsung sejak Minggu siang.
Kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, terjadi tanah longsor yang menimpa Suyoto.
“Kebetulan ada saksi mata yang melihat korban sedang mencari rumput. Setelah longsor terjadi, saksi tidak melihat keberadaan korban,” katanya.
Saksi mata tersebut, menurut dia, segera mengabarkan kemungkinan Suyoto tertimpa material longsor kepada warga lainnya.
“Saat Tim BPBD tiba di lokasi, warga sudah bergotong royong menggali material tanah longsor yang menimbun korban,” ujar Wahyudi.
Baca juga: Mudik Lebaran, Polres Blitar Kota Siapkan Tambal Ban dan Penitipan Kendaraan Gratis
Selain menewaskan Suyoto, tanah longsor di lokasi tersebut juga mengakibatkan bangunan dapur rumah warga bernama Jino yang berdiri di atas tebing mengalami kerusakan.
“Jadi posisi korban ini mencari rumput di lereng tebing. Sedangkan rumah Pak Jino ada di atas tebing,” katanya.
Wahyudi mengatakan, bencana tanah longsor di Desa Ngadirenggo sebenarnya terjadi di dua titik lokasi.
“Longsor di lokasi satunya tidak sampai berdampak pada masyarakat. Hanya terdapat satu rumah warga yang nyaris tertimpa material longsor,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyudi mengimbau kepada warga Kabupaten Blitar yang tinggal di daerah rawan longsor terutama di wilayah Blitar bagian utara, untuk waspada pada tingginya curah hujan yang sedang terjadi.
Baca juga: Omzet Pedagang Jasa Tukar Uang Lebaran di Blitar Ambles: Hanya Untung Rp 1.000-Rp 2.000
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang