SURABAYA, KOMPAS.com - Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah Indonesia untuk menyediakan makanan sehat, salah satunya ditujukan untuk anak sekolah.
Berbagai menu makanan sehat tersedia sebagai upaya pemenuhan gizi, termasuk sumber protein dari ikan.
Namun pada SMAN 2 Pamekasan, pemberian menu MBG berupa ikan lele marinasi dalam kondisi mentah menimbulkan perbincangan mengenai aspek keamanan bahan pangan sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Tanggapan Emil Dardak soal Keluhan Menu MBG Lele Mentah di Pamekasan
Dosen Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), Eng Patmawati mengungkapkan kejadian tersebut perlu diamati secara objektif dan komprehensif secara keseluruhan.
Ia mengungkapkan bahwa dari sudut pandang keamanan pangan dan penerima MBG, hal itu bisa terjadi karena terdapat kesenjangan komunikasi dan standar distribusi.
“Dalam konteks distribusi pangan, produk marinasi memang lazim diberikan dalam bentuk bahan siap olah agar dapat dimasak kembali sebelum dikonsumsi,” ujar Patmawati, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Lele Mentah Amis Menyengat, 1.022 Porsi MBG Ditolak di SMA 2 Pamekasan
Menurutnya, berdasarkan informasi dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menu lele marinasi yang diberikan kepada siswa SMAN 2 Pamekasan sebenarnya ditujukan sebagai menu berbuka puasa, sehingga tidak disajikan dalam kondisi matang di sekolah.
“Jika mekanisme penyajian dan tujuan pemberian menu tidak dijelaskan secara utuh, masyarakat dapat menafsirkan bahwa makanan tersebut seharusnya siap santap,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa polemik yang muncul kemungkinan besar disebabkan oleh miskomunikasi dalam menyampaikan informasi kepada penerima manfaat maupun masyarakat.
“Padahal, program ini pada dasarnya dirancang untuk meningkatkan asupan gizi siswa, sehingga komunikasi dan edukasi terkait keamanan pangan serta cara pengolahan menjadi sangat penting,” jelasnya.
Baca juga: Penyebab Keracunan Santri Ponpes Al Hijrah Ngawi, Ditemukan Bakteri di Roti MBG dan Menu Lele
Secara prinsip keamanan pangan, bahan mentah tidak dianjurkan untuk dikemas dalam satu wadah yang sama dengan makanan lain siap konsumsi.
Hal ini diakibatkan cairan dari ikan (drip) mengandung bakteri pembusuk dan bakteri patogen yang menyebabkan terjadinya kontaminasi silang.
“Ikan mentah secara alami mengandung mikroorganisme patogen dan pembusuk, terutama cairan ikan (drip). Terdapat beberapa jenis mikroorganisme seperti Salmonella, E. coli, V. parahaemolyticus dapat menyebabkan gangguan kesehatan,” terangnya.
Kontaminasi tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas produk lain dan menyebabkan gangguan kesehatan apabila dikonsumsi.
“Jika bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang terkontaminasi maka akan menimbulkan gejala seperti diare, mual, muntah, sakit perut, dan demam,” jelasnya.