SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bakal melakukan pengawasan urbanisasi saat arus balik Lebaran 2026.
Menurutnya, masyarakat yang hendak berpindah dari desa ke kota harus memastikan sumber penghasilannya.
“Kalau tidak memiliki pekerjaan yang jelas, tentu akan kami pertimbangkan untuk tidak masuk ke Surabaya,” kata Eri, di Balai Kota, Rabu (18/3/2026).
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal memantau setiap warga yang datang ke Surabaya.
Hal tersebut untuk mengantisipasi peningkatan angka urbanisasi.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pemudik, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Tambah Armada Kapal Jadi 39 Unit
Menurutnya, urbanisasi bisa memicu masalah sosial, seperti bertambahnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), seperti pengemis dan gelandangan serta meningkatnya tindak kejahatan.
“Karena itu, Pemkot Surabaya akan melibatkan berbagai perangkat daerah hingga RT/RW untuk melakukan pengawasan terhadap arus pendatang,” ucapnya.
Eri juga mengimbau, warga pendatang yang sudah memiliki pekerjaan untuk tetap melapor ke pengurus lingkungan setempat.
Nantinya, pihak RT maupun RW yang akan melakukan pendataan.
Baca juga: Puncak Arus Mudik, 50.814 Penumpang Penuhi Stasiun di Daop 8 Surabaya
“Dengan begitu kita bisa mengetahui berapa warga Surabaya dan pendatang yang datang, termasuk pekerjaannya. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota,” tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang