SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau, takbiran di sekitar pura tak menggunakan pengeras suara untuk menghormati umat Hindu yang merayakan Nyepi.
Eri mengingatkan, pentingnya menjaga toleransi antara umat beragama di Surabaya.
Terutama, saat berdekatannya perayaan Idulfitri dan Hari Raya Nyepi di 2026.
Dengan demikian, Eri mengimbau, ada penyesuaian pada Malam Takbiran pada tahun ini. Seperti, tidak menggelar takbir keliling di sekitar Pura.
“Saya berharap ketika ada takbir di titik tertentu yang ada warga beragama Hindu, saya minta tolong seperti di Kenjeran, agar yang melakukan takbir, tidak keliling di sekitar Pura," kata Eri, di Balai Kota Surabaya, Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Bertepatan Nyepi, NU dan Muhammadiyah Denpasar Serukan Takbiran di Rumah
Di sisi lain, Eri juga berharap, kepada pengelola masjid yang lokasinya berdekatan dengan Pura, untuk tidak menggunakan pengeras suara luar ketika mengumandangkan takbir.
"Jikalau (masjid) itu berdekatan dengan Pura, mohon tidak menggunakan pengeras suara (luar). Cukup di dalam saja pengeras suaranya, tidak keluar dari masjid,” ujarnya.
“Karena kita menghormati saudara-saudara kita umat Hindu yang memang sedang memperingati Hari Nyepi," tambahnya.
Baca juga: Nyepi Bertepatan Takbiran, Gubernur Bali Wayan Koster Ingatkan Bahaya Provokasi di Medsos
Eri mengungkapkan, sejumlah penyesuaian saat Malam Takbiran tersebut untuk menjaga kelancaran Nyepi.
Sebab, ibadah tersebut mengutamakan keheningan selama 24 jam.
Dengan demikian, Eri meminta jajarannya di tingkat kelurahan hingga kecamatan agar menyosialisasikan imbauan itu.
Hal tersebut untuk menjaga kenyamanan antar umat beragama.
“Mari kita bersama menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kota Surabaya,” tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang