BANYUWANGI, KOMPAS.com - Arus balik di Pelabuhan Ketapang terpantau ramai lancar.
Berdasarkan data posko Ketapang, sebanyak 43.963 orang menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali pada periode H+4 Lebaran pada Kamis (26/3/2026).
Namun, arus kendaraan di pelabuhan yang menghubungkan Jawa-Bali tersebut mengalami gangguan sejak dua hari terakhir karena angin kencang.
"Kondisi cuaca pagi hari ini kita lihat dari kecepatan anginnya tadi sempat mencapai 23 knot," kata Koordinator Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) satuan wilayah kerja Pelabuhan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Arus Balik Ketapang-Gilimanuk Mulai Meningkat, 117.000 Kendaraan Masih di Jawa
Jika dihitung, kecepatan angin 23 knot hampir sama dengan kecepatan 42 kilometer per jam yang cukup mempengaruhi aktivitas penyeberangan.
"Mengakibatkan beberapa kapal susah sandar," tambah Bayu.
Waktu yang dibutuhkan setiap kapal untuk proses bongkar muat pun menjadi lebih panjang.
Jika dalam kondisi normal, proses secara keseluruhan hanya sekitar 30 menit, kini bertambah 10-15 menit akibat kondisi cuaca.
Namun demikian, Bayu mengatakan bahwa waktu 10-15 menit masih tergolong dalam waktu yang dapat ditoleransi.
"Kami mengusahakan jadwal tetap normal sehingga tidak mengganggu jadwal dan kapasitas angkut akan tetap dioptimalkan," urai Bayu.
Baca juga: ASDP Ingatkan Pengguna Jasa Pelabuhan Ketapang Jatim Hindari Calo Tiket dan Agen Tak Resmi
Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait pembaruan informasi cuaca yang akam dievaluasi setiap 3 jam sekali.
Atas upaya yang dilakukan, Bayu mengimbau pengguna jasa untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama apabila terjadi penundaan keberangkatan akibat penyesuaian cuaca.
"Untuk operator kapal telah dinyatakan siap usai ramp check dari Kementerian Perhubungan. Namun, operasional tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan arahan dari pihak pelabuhan," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang