BANGKALAN, KOMPAS.com - Angin kencang disertai hujan deras merusak sejumlah rumah dan warung makan di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Senin (30/3/2026).
Camat Burneh, Erwin Yusoef mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat empat bangunan di Desa Benangkah yang rusak akibat angin kencang tersebut.
"Ada satu rumah atap asbesnya terbawa angin, lalu ada juga atap rumah warga tertimpa pohon yang mengakibatkan genteng dan kayu penyangganya rusak," katanya.
Baca juga: Dilaporkan Hilang, Pemuda di Bangkalan Ditemukan Membusuk di Tepi Jalan
Selain itu, terdapat sebuah toko yang mengalami kerusakan atap serta satu rumah makan yang atapnya jebol akibat angin kencang.
"Untuk korban jiwa tidak ada," imbuhnya.
Baca juga: Rem Blong, Truk Muatan Pupuk Tabrak 2 Motor hingga 1 Orang Tewas di Bangkalan
Tak hanya bangunan, angin kencang juga merusak tiang baliho yang ada di pertigaan Tangkel atau di akses menuju Jembatan Suramadu.
"Untuk tiang malam ini kami mau tinjau ke lokasi. Informasi yang kami terima itu, tiangnya ada yang rusak," ungkapnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, M Zainul Qomar menyampaikan, pihaknya masih mendata total kerusakan yang terjadi untuk bisa menyalurkan bantuan pada korban.
"Untuk warung sesuai ketentuan nanti recovery-nya secara mandiri," imbuhnya.
Qomar mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir pekan ini. Ia mengimbau agar masyarakat bisa waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi pada peralihan musim ini.
"Saat ini terjadi transisi dari angin monsun Asia menjadi monsun Australia, menandakan masa pancaroba. Sehingga cuaca ekstrem masih berpotensi terus terjadi," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang