SURABAYA, KOMPAS.com - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur tahun 2025, mencapai angka yang cukup optimal tembus 98,33 persen, sebanyak 4.021 indikator kinerja terlaksana.
Capaian tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, dalam Rapat Paripurna penyampaian Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, di Gedung DPRD Jatim, Senin (30/3/2026).
Total RKPD Jatim 2025 itu meningkat 0,08 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 98,25 persen. Serta, capaian 133 penghargaan kinerja pembangunan daerah selama setahun.
“Capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi merupakan representasi nyata dari kerja kolektif, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen pembangunan di Jawa Timur,” kata Khofifah, Senin.
Baca juga: Apa Itu Siklon Narelle yang Bisa Akibatkan Cuaca Tak Menentu di Jatim pada 26 Maret-4 April 2026?
Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran per 31 Desember 2025, pendapatan daerah Provinsi Jatim terealisasi sebesar Rp 29,88 triliun atau 104,65 persen dari target Rp 28,55 triliun.
Sedangkan untuk realisasi belanja daerah mencapai Rp 31,20 triliun atau sekitar 93,82 persen dari target Rp 33,25 triliun.
“Ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah menyebut, pertumbuhan ekonomi Jatim menunjukkan tren positif. Pada 2025 sebesar 5,33 persen (c-to-c) melampui target RKPD 4,80-5,20 persen.
Jatim juga disebut menyumbang 14,40 persen ekonomi nasional dan 25,29 ekonomi Pulau Jawa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat inflasi di Jatim pada tahun 2025, sebesar 2,93 persen (year on year). Angka tersebut masih terjaga dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 +/- 1 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,25.
"Pencapaian ini patut kita syukuri karena kita tetap berada dalam koridor sasaran inflasi nasional yang mencerminkan efektivitas kebijakan intervensi Pemprov Jatim," kata Khofifah.
Baca juga: Kata Khofifah soal 5,31 Juta Wisatawan Berlibur di Jatim Selama Libur Lebaran
Kinerja investasi Jatim tahun 2025, juga mencatat capaian sebesar Rp147,7 triliun. Dengan kata lain, berhasil melampaui target serta menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Kondisi tersebut, menurut Khofifah, menunjukkan banyaknya investor yang memilih Jatim.
Di sektor perdagangan, nilai ekspor meningkat signifikan sebesar 16,61 persen, yang disebabkan oleh peningkatan kinerja ekspor nonmigas. Selain itu, pelaksanaan misi dagang dalam dan luar negeri juga mencatatkan transaksi signifikan.
“Sepanjang 2025, kami melaksanakan 12 kali misi dagang dalam negeri yang menghasilkan nilai transaksi sebesar 16,31 triliun,” papar Khofifah.