KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan tidak akan ada pembelajaran secara daring dalam rangka negara melakukan penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Mu'ti, ada dua pertimbangan dalam memberikan keputusan ini yakni berkaitan dengan pertimbangan akademik dan pendidikan karakter.
"Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter," kata Mu'ti dikutip dari keterangan tertulis Kamis (26/3/2026).
Baca juga: 17 Pertanyaan Seputar SNBT dan KIP Kuliah 2026, Calon Mahasiswa Wajib Tahu
Mu'ti menegaskan hal itu merupakan hasil rapat lintas kementerian dan juga keterangan resmi dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pada 23 Maret lalu.
Terkait aturan mengenai pembelajaran di sekolah dalam kondisi tersebut, kata Mu'ti, akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Mendikdasmen.
"Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen," jelas Mu'ti.
Sebelumnya diberitakan, Menko PMK Pratikno, pada Selasa, menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Sejumlah sekolah di Jakarta melakukan pembelajaran jarak jauh karena cuaca ekstrem.Dengan demikian, dari koordinasi lintas kementerian diputuskan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap berjalan untuk memastikan kualitas pendidikan tidak menurun.
"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno dari keterangan resminya, sebagaimana dilansir Kompas.com.
Baca juga: Undip Peringkat 4 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Edurank 2026, Nomor 152 Asia
Pratikno membenarkan bahwa sempat juga ada opsi untuk melakukan pembelajaran hybrid, yakni gabungan luring dan daring. Namun, kembali menjaga kualitas pendidikan menjadi yang terpenting.
Pembelajaran daring pun dinilai masih tidak menjadi sebuah urgensi saat ini. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, sebelumnya juga menyatakan bahwa pembelajaran daring kurang efektif bagi murid berdasarkan pengalaman semasa Covid-19.
"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah Covid-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti, Senin (23/3/2026), dikutip dari Antara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang