Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Bidang Ilmu ITB Tercatat di Top 150 Dunia Versi QS WUR by Subject 2026

Kompas.com, 27 Maret 2026, 11:45 WIB
Dian Sophya Jelank Ramadaniy,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil masuk dalam jajaran kampus top dunia versi lembaga pemeringkatan QS World University Ranking (WUR) by Subject 2026.

Sebanyak 4 bidang ilmu ITB tercatat di Top 150 dunia dalam peringkat yang dirilis pada 25 Maret 2026 itu.

Bidang ilmu Mineral & Mining Engineering dan Petroleum Engineering menduduki klaster peringkat 51–100 dunia, sementara Architecture & Built Environment dan Art & Design masuk dalam klaster 101–150 dunia.

Posisi Mineral & Mining Engineering dan Petroleum Engineering di Top 100 besar dunia menunjukkan konsistensi ITB pada bidang-bidang yang selama ini menjadi kekuatan utamanya.

Baca juga: 4 Bidang Ilmu ITB Masuk 150 Besar Dunia Versi QS WUR by Subject 2026

Kemudian, masuknya rumpun Architecture & Built Environment dan Art & Design dalam kelompok 101–150 dunia turut menunjukkan perkembangan yang baik pada bidang kreatif dan perancangan.

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi kiprah ITB, khususnya pada rumpun rekayasa, arsitektur, dan desain.

Tak hanya itu, ITB juga menorehkan hasil yang baik pada Chemical Engineering yang berada di peringkat 201–250 dunia serta Civil Engineering dalam peringkat 201–275 dunia.

Tercatatnya Chemical Engineering dalam pemeringkatan dunia turut menambah representasi keilmuan ITB pada pemeringkatan tahun ini.

Kenaikan peringkat pada Broad Subject

Pada kategori Broad Subject Areas, peringkat Engineering & Technology naik dari 282 menjadi 216. Bidang ilmu ini menjadi broad subject dengan posisi tertinggi bagi ITB.

Lebih lanjut, rumpun Art & Humanities juga mengalami peningkatan yang awalnya berada di klaster 451-500 menjadi peringkat 345 dunia.

Natural Science mengalami hal serupa, subject ini berada di peringkat 374 (meningkat dari 401–450). Nasib Social Science & Management tak jauh beda, kategori ini menempati peringkat 374 dunia (meningkat dari klaster 451–500).

Hasil tersebut menunjukkan perkembangan yang positif, baik pada bidang-bidang unggulan maupun pada kelompok keilmuan yang lebih luas.

Baca juga: Fakultas Farmasi Unpad Perdana Masuk QS WUR by Subject 2026

Jumlah bidang yang diperingkatkan meningkat

Pada Narrow Subject Rankings 2026, terdapat 16 bidang ilmu ITB yang masuk pemeringkatan dunia dari 35 bidang yang dianalisis. Jumlah tersebut bertambah 1 bidang ilmu dari tahun sebelumnya.

Selain itu, sejumlah bidang ilmu dari ITB menempati peringkat pertama di Indonesia, antara lain:

1. Architecture & Built Environment: 101–150 global, peringkat 1 di Indonesia

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau