Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakultas Farmasi Unpad Perdana Masuk QS WUR by Subject 2026

Kompas.com, 26 Maret 2026, 14:40 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran (Unpad) untuk pertama kalinya masuk dalam pemeringkatan internasional QS World University Ranking by Subject 2026.

Unpad menempati peringkat 351-400 di bidang ilmu Pharmacy & Pharmacology. Selain itu, ada lima bidang ilmu lain dari Unpad yang masuk QS WUR by Subject 2026.

Di kategori Law, Unpad berada di peringkat 201-250, lalu bidang Agriculture & Forestry peringkat 251-300.

Untuk bidang Economics & Econometrics, Unpad meraih peringkat 401-450.

Sementara Unpad dalam bidang ilmu Business & Management Studies berada di peringkat 501-550. Terakhir, Medicine juga di peringkat 501-550.

“Salah satu tujuan yang ingin dicapai Unpad adalah berada di posisi World’s Top 300 pada tahun 2029 mendatang. Di rilis terbaru QS ini, bidang ilmu Hukum dan Pertanian Unpad telah berhasil menembus Top 300. Tentu ini akan menjadi pemicu semangat agar secara keseluruhan Unpad pun bisa mencapai posisi Top 300,” ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dikutip dari situs kampus, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Daftar Daya Tampung Unpad Jalur SNBT 2026, Prodi Kedokteran hingga Digital Marketing

Jumlah bidang ilmu Unpad yang masuk pemeringkatan naik

Jumlah bidang ilmu Unpad yang mendapat peringkat di QS WUR By Subject terus meningkat sejak tahun 2021.

Pada tahun 2021 ada satu bidang ilmu. Tahun berikutnya bertambah menjadi dua bidang ilmu.

Tahun 2023 ada empat bidang ilmu, tahun 2024 ada lima bidang ilmu. Sedangkan tahun 2025 dan tahun 2026 sama, enam bidang ilmu meraih peringkat.

Kepala Satuan Pengembangan Strategis dan Reputasi Universitas (SPSRU) Unpad, Yudi Ahmad Faisal, Ph.D., mengatakan bertambahnya bidang keilmuan Unpad yang masuk dalam QS WUR By Subject mencerminkan konsistensi peningkatan kualitas dan dampak riset, penguatan jejaring penelitian baik tingkat nasional maupun internasional.

Begitu juga dengan relevansi lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Rencana strategis (Renstra) Unpad memberikan amanah untuk peningkatan kualitas dan kuantitas riset kolaboratif, penguatan ekosistem inovasi, serta transformasi kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Konsekuensi logis dari penguatan tridharma yang terintegrasi tersebut adalah meningkatnya reputasi global Unpad secara berkelanjutan,” ujar Yudi Ahmad Faisal, Ph.D.

Baca juga: 19 Jurusan Sepi Peminat di ITB, IPB, Unpad, dan UPI untuk UTBK SNBT 2026

Pemeringkatan global ini bukanlah tujuan utama.

Tahun ini terdapat 39 bidang ilmu Unpad yang dianalisis oleh QS. Enam diantaranya memperoleh peringkat di narrow subject.

Sedangkan pada pemeringkatan broad subject tiga bidang ilmu mengamankan peringkat, yaitu:

  • Life Sciences & Medicine (451-500)
  • Social Sciences & Management (451-500)
  • Arts & Humanities (501-550).

Kendati demikian, Rektor Unpad menegaskan bahwa pemeringkatan global ini bukanlah tujuan utama.

Unpad lebih mengutamakan tujuan untuk menjadi kampus yang unggul, inklusif dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

Baca juga: Unpad Buka Pendaftaran S2 Jalur Alumni Berprestasi dan Berkinerja 2026

Pola Ilmiah Pokok Unpad yang berbunyi “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional” menjadi landasan dasar sivitas akademika dalam melakukan setiap kegiatan tridharma perguruan tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau