Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dr.-phil. Ir. Arinafril
Dosen dan Peneliti

Doktor Biogeografi dari Universität des Saarlandes, Saarbrücken, Jerman, Dosen Proteksi Tanaman Universitas Sriwijaya, dan Dosen Tamu Truong Dai hoc Nong Lam, Thai Nguyen, Vietnam.

Luka Kognitif Tes IQ Indonesia di Peringkat 126

Kompas.com, 26 Maret 2026, 10:01 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

LAPORAN International IQ Test (IIT) 2026 yang menempatkan Indonesia pada Peringkat 126 dari 137 negara bukanlah sekadar angka statistik yang lewat begitu saja; ia adalah tamparan keras bagi nalar kolektif bangsa.

Dengan skor rata-rata 89,96, Indonesia kini berdiri di titik nadir, tertatih di bawah bayang-bayang negara yang dahulu belajar dari kita.

Peta kekuatan intelektual Indonesia tahun ini memberikan pesan kontras: Simfoni kegagalan sistemik inteligensi di semua lini pendidikan.

Di puncak piramida, dominasi Asia Timur tetap tak tergoyahkan melalui Korea Selatan (Peringkat 1; Skor 106,97), China (Peringkat 2; Skor 106,48), dan Jepang (Peringkat 3; Skor 106,30).

Namun, kejutan terbesar muncul dari Iran (Peringkat 4; Skor 104,80) dan Australia (Peringkat 5; Skor 104,45) yang membuktikan bahwa kualitas kognitif adalah hasil dari ekosistem yang mendewakan disiplin logika dan investasi manusia yang terjaga.

Kontras ini menjadi semakin menyakitkan ketika kita mengalihkan pandangan ke negara-negara yang kerap kita asumsikan tertinggal.

Di Asia Tenggara, Indonesia kini berada jauh di bawah Vietnam (Peringkat 10; Skor 102,26), Malaysia (Peringkat 49; Skor 98,51), Myanmar (Peringkat 54; Skor 98,28), hingga Kamboja (Skor 93,12) dan Laos (Peringkat 105; Skor 92,97).

Realitas yang lebih pahit terpampang saat kita bersanding dengan negara-negara Afrika; skor Indonesia kini resmi disalip oleh Zambia (Peringkat 104; Skor 93,00), Kenya (Peringkat 114; Skor 92,10), Zimbabwe (Peringkat 116; Skor 91,80), dan Ghana (Peringkat 117; Skor 91,50).

Bahkan negara dengan tantangan ekonomi berat seperti Tanzania (Skor 89,57) dan Ethiopia (Skor 96,00) menunjukkan ketahanan kognitif yang lebih kompetitif.

Data ini menunjukkan bahwa rendahnya inteligensi rata-rata kita bukan lagi soal ketersediaan teknologi, melainkan masalah mendasar pada fondasi berpikir manusia Indonesia.

Anomali Regional dan Paradoks Kemajuan

Analisis mendalam terhadap data Indonesia mengungkapkan korelasi yang mematikan antara krisis nutrisi dan rendahnya literasi.

Angka 89,96 adalah akumulasi dari ribuan hari pertama kehidupan yang kurang protein, ruang kelas yang lebih banyak menghafal daripada menalar, serta paparan teknologi yang hanya menyentuh permukaan hiburan tanpa menggali kedalaman logika.

Penurunan skor sebesar 3,22 poin dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa alih-alih membaik, kapasitas kognitif kita sedang mengalami regresi di tengah dunia yang justru semakin kompleks.

Kita menghadapi generasi yang mungkin memiliki akses informasi tercepat, tapi kehilangan kemampuan untuk memproses pola dan memecahkan masalah abstrak, suatu fondasi utama yang diukur dalam matriks visual IIT.

Kesenjangan yang lebar ini juga mencerminkan kegagalan kita dalam mendefinisikan prioritas nasional.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau