KOMPAS.com – Fakultas Seni dan Desain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil menempati posisi 151–200 di dunia dan peringkat 3 nasional dalam QS World University Rankings by Subject: Art and Design 2026.
Pencapaian fakultas yang menaungi Desain Komunikasi Visual (DKV), Film & Animasi, dan Arsitektur ini menjadi bukti komitmen UMN dalam menghadirkan kualitas pendidikan unggul dan relevan dengan kebutuhan industri kreatif di kancah global.
Rektor UMN Dr. Andrey Andoko menyambut antusias pencapaian perdana UMN dalam pemeringkatan berbasis subjek ini.
Menurutnya, hasil ini membuktikan bahwa kualitas lulusan UMN telah diakui oleh pemberi kerja (employer) dan mitra perguruan tinggi internasional.
“Bagi saya pencapaian ini membanggakan dan sangat baik, ini menjadi kali pertama UMN terlibat dalam pemeringkatan untuk subject tertentu. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa tiga program studi di bawah naungan FSD telah berada di level global,” ujar Andrey melansir rilis yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Pertama Kalinya, Farmasi Unpad Tembus Peringkat Dunia di QS WUR By Subject 2026
Andrey juga berharap prestasi ini dapat menular ke bidang studi lainnya di UMN.
“Saya harap pencapaian yang telah diraih bisa secara konsisten dijaga dan juga terus berusaha untuk meningkatkan peringkat,” tambahnya.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi Prof. Friska Natalia menegaskan bahwa ia berkomitmen meningkatkan skala program internasionalisasi untuk seluruh fakultas di UMN.
“Program internasionalisasi yang akan terus kita tingkatkan meliputi pertukaran pelajar, lecture exchange, kolaborasi riset, sampai dengan magang. Melalui program internasionalisasi itu sendiri diharapkan nantinya mahasiswa maupun dosen bisa mendapatkan pengalaman yang lebih luas di tingkat internasional,” tegasnya.
Baca juga: UIN Jakarta Masuk Peringkat Kampus Terbaik Dunia Versi QS WUR by Subject 2026
Friska beranggapan, dengan terus memperluas jangkauan kolaborasi internasional nantinya tidak hanya membawa nama UMN untuk semakin dikenal lebih luas lagi, tetapi juga memberikan dampak positif pada seluruh sivitas akademika UMN.
Diharapkan dengan pencapaian ini, UMN bisa terus mempertahankan reputasi dan mendapat lebih banyak prestasi internasional.
Dekan Fakultas Seni dan Desain UMN juga secara detail menyampaikan strategi ke depannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Seni dan Desain UMN Muhammad Cahya Mulya Daulay memaparkan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada penyelarasan kurikulum dengan standar global (seperti akreditasi AUN-QA dan ACQUIN) serta keterlibatan aktif praktisi industri.
“FSD sendiri selalu menyelaraskan pada rencana induk UMN, yakni merancang kurikulum yang selalu up-to-date. Kami juga mendorong para dosen untuk memahami metode pengajaran yang tepat, meningkatkan interaksi, dan yang terpenting menghadirkan dosen praktisi yang aktif di industri,” jelas Cahya.
Ilustrasi perguruan tinggi. jenis-jenis perguruan tinggi.Bagi Cahya, peringkat QS bukan hanya melihat sisi kualitas pendidikan saja, melainkan bentuk kepercayaan publik terhadap luaran nyata yang dihasilkan oleh institusi.
Kepercayaan ini diwujudkan bagaimana kurikulum secara konsisten dan persisten menghasilkan luaran nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Tentu kepercayaan ini menjadi tantangan dan tanggung jawab kami untuk terus mempertahankan hal tersebut,” tambah Cahya.
Baca juga: Daftar PTKIN Masuk Pemeringkatan Dunia QS World University Rankings 2026
Ke depannya, UMN berencana melakukan ekspansi kolaborasi yang lebih masif. Selain terus meningkatkan aspek critical thinking dalam pembelajaran, UMN menargetkan perluasan kemitraan yang tidak lagi terbatas di benua Asia.
“Secara strategis ke depannya, UMN akan secara intens membangun mitra kolaborasi secara luas dan tidak hanya menjangkau benua Asia saja, tetapi juga Eropa,” tutup Cahya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang