Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kontroversi Kematian Yu Menglong Bertambah, Kini Beredar Pesan Terakhir pada Ibunya

Kompas.com, 30 September 2025, 09:03 WIB
Rintan Puspita Sari

Penulis

KOMPAS.com- Meninggalnya aktor China Yu Menglong atau Alan Yu terus memicu kontroversi.

Setelah sejumlah rekaman cctv, kini beredar pesan terakhir aktor tersebut yang sebelumnya dilaporkan jatuh secara tidak sengaja karena mabuk.

Pesan itu dikirimkan Yu pada ibunya dan berisi tentang manipulasi yang dialami oleh orang yang berkuasa.

"Setiap kali melihat uang yang mereka transfer, saya muntah," tulis pesan yang diduga berasal dari Yu.

Baca juga: Sudah Dua Minggu, Ini Alasan Kematian Yu Menglong Masih Timbulkan Kecurigaan

"Uang itu bukan hasil kerja saya, itu kotor," tulis Yu Menglong.

Dia juga diduga menulis pesan perpisahan untuk ibunya.

"Saya harus mengucapkan selamat tinggal sekarang, Ibu. Mereka bisa datang dan membunuh saya kapan saja," tulisnya.

"Saya tidak bercanda dan saya tidak berhalusinasi," imbuhnya.

Baca juga: Kematian Mendadak Yu Menglong Dinilai Janggal, Adanya Daftar Hitam Dunia Hiburan Jadi Sorotan

Sampai saat ini masih banyak penggemar menuntut bukti rekaman kamera CCTV, laporan forensik dan hasil autopsi yang tak pernah dipublikasikan.

Bukan itu saja, kabar terbaru menyebutkan, ibu Yu Menglong kini juga kehilangan kontak setelah pergi ke Beijing untuk mempersiapkan pemakaman.

Kejanggalan kematian Yu Menglong

Setiap selebritas yang secara terbuka menuntut penyelidikan ulang atau menuntut keadilan tampaknya telah dihapus unggahannya dari akun media sosial mereka.

Di antara mereka, aktris Sun Lin mengaku tertimpa pot bunga yang jatuh dari atas, mengalami cedera kepala dan harus dirawat di rumah sakit, setelah menyuarakan keprihatinannya tentang sisi gelap industri hiburan terkait kematian Yu.

Baca juga: Kematian Putranya Dinilai Tak Wajar, Ibu Yu Menglong Buka Suara

Sun Lin mempertanyakan apakah ia dibungkam karena bersuara.

Siapa Yu Menglong?

Yu Menglong lahir pada 15 Juni 1988 di Urumqi, China Barat dan terkenal dengan perannya dalam Eternal Love, Go Princess Go, The Loving Home.

Yu dilaporkan meninggal pada 11 September 2025 di Beijing karena jatuh dari ketinggian.

Sebagai putra tunggal dalam keluarganya, banyak yang percaya ia tidak punya alasan untuk mengakhiri hidupnya.

Sejak awal, banyak netizen mempertanyakan apakah jatuhnya Yu Menglong benar-benar kecelakaan atau karena ulahnya sendiri?

Mereka menunjukkan bahwa Yu Menglong menderita akrofobia, aktif di media sosial sekitar pukul 21.30 malam itu, dan memiliki beberapa proyek film dan TV yang akan datang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Pandji Pragiwaksono Umumkan Jadwal Adili Idola, Reza Arap Jadi Target Berikutnya
Pandji Pragiwaksono Umumkan Jadwal Adili Idola, Reza Arap Jadi Target Berikutnya
Entertainment
Cerita Lebaran Anti-mainstream Luna Maya dan Maxime Bouttier, Alasan Shalat Ied di Kapal
Cerita Lebaran Anti-mainstream Luna Maya dan Maxime Bouttier, Alasan Shalat Ied di Kapal
Entertainment
Bukan April Mop, iKON Umumkan Konser FOUREVER di Jakarta
Bukan April Mop, iKON Umumkan Konser FOUREVER di Jakarta
K-Wave
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Pamer Foto Prewedding Adat Jawa, Siap Menikah di Bali?
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Pamer Foto Prewedding Adat Jawa, Siap Menikah di Bali?
Entertainment
Mengenal Zero Post, Ketika Gen Z Pilih Berhenti Bagikan Unggahan di Medsos
Mengenal Zero Post, Ketika Gen Z Pilih Berhenti Bagikan Unggahan di Medsos
Entertainment
Tanggal Bebas P Diddy Dimajukan Lagi, Keluar Penjara Makin Cepat 
Tanggal Bebas P Diddy Dimajukan Lagi, Keluar Penjara Makin Cepat 
Seleb
Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok, Perfect Crown Curi Perhatian Jelang Penayangan Perdana
Dibintangi IU dan Byeon Woo Seok, Perfect Crown Curi Perhatian Jelang Penayangan Perdana
K-Wave
Sutradara Sebut Zona Merah Versi Film Lebih Brutal dan Chaos
Sutradara Sebut Zona Merah Versi Film Lebih Brutal dan Chaos
Entertainment
Terpisah 66 Tahun, Penulis Reda Gaudiamo Bertemu Sosok Nyata Sahabatnya di Film Na Willa
Terpisah 66 Tahun, Penulis Reda Gaudiamo Bertemu Sosok Nyata Sahabatnya di Film Na Willa
Entertainment
Tak Asal Pilih, Tasya Farasya Jelaskan Alasan Pakai Baju Warna Kuning Saat Sidang Cerai
Tak Asal Pilih, Tasya Farasya Jelaskan Alasan Pakai Baju Warna Kuning Saat Sidang Cerai
Seleb
Luna Maya Jadi Eksekutif Produser Film Zona Merah, Akui Pecinta Film Zombie
Luna Maya Jadi Eksekutif Produser Film Zona Merah, Akui Pecinta Film Zombie
Entertainment
Bicara Bahasa Indonesia, Minhyuk MONSTA X Curi Perhatian Jelang Konser di Jakarta
Bicara Bahasa Indonesia, Minhyuk MONSTA X Curi Perhatian Jelang Konser di Jakarta
K-Wave
Sakit Gigi di Penjara, Nikita Mirzani Dibawa ke Rumah Sakit
Sakit Gigi di Penjara, Nikita Mirzani Dibawa ke Rumah Sakit
Entertainment
Tiger Woods Akhirnya Buka Suara Usai Kecelakaan Lagi dan Tudingan Berkendara Kondisi Mabuk
Tiger Woods Akhirnya Buka Suara Usai Kecelakaan Lagi dan Tudingan Berkendara Kondisi Mabuk
Entertainment
Sule Masih Pikir Matang untuk Menikah Lagi Meski Sudah Direstui Anak, Akui Capek Mulai dari Awal
Sule Masih Pikir Matang untuk Menikah Lagi Meski Sudah Direstui Anak, Akui Capek Mulai dari Awal
Seleb
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau