Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rayakan Ulang Tahun Ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Lurah Se-DIY Siapkan Hasil Bumi

Kompas.com, 30 Maret 2026, 18:54 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Vachri Rinaldy Lutfipambudi

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Para lurah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal membawa hasil bumi untuk merayakan ulang tahun ke-80 Gubernur sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 2 April 2026.

Ketua Nayantaka, Gandang, menyampaikan, setiap daerah nantinya akan membawa hasil-hasil bumi sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Hasil bumi ini akan diserahkan kepada Ngarsa Dalem.

“Ini bentuk kekhasan dari masing-masing kalau Kulon Progo adanya duren ya bawa duren gapapa. Nanti dekat pesisir bawa kelapa gapapa, monggo,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa hasil-hasil bumi ini agar jangan sampai memberatkan para lurah dan menjadi penghalang untuk berkumpul bersama.

“Kami pengurus Nayantaka tidak mewajibkan monggo sesuai dengan potensi yang ada di kelurahan tersebut. Mungkin dari Gunungkidul bawa telo ya monggo gapapa,” kata dia.

Baca juga: Silaturahmi Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Warga Diramaikan Puluhan Pedagang

Informasi awal yang ia terima dari Keraton Yogyakarta, hasil bumi nanti akan diterima langsung oleh Sultan Hamengku Buwono X.

Setelah diterima, Sultan akan membagikan kembali hasil bumi kepada bupati dan wali kota.

“Jadi saya dapat info dari keraton itu Ngarsa Dalem menerima hasil itu, nanti itu dipasrahkan ke bupati dibagikan bagi yang memerlukan. Ini bentuk gotong royong sebetulnya, jadi nanti yang diterima Keraton diserahkan bupati masing-masing dan wali kota untuk membagikan ke masyarakat yang membutuhkan,” jelas dia.

Dihadiri 10.000 hingga 12.000 Orang

Gandang menjelaskan, dalam perayaan atau mangayubagya ikut bersukacita atas ulang tahun ke 80 Sultan HB X bakal dihadiri oleh 10.000 hingga 12.000 orang.

Jumlah itu merupakan hitungan kasar yang terdiri dari pamong dan juga lurah seluruh DIY.

“Perkiraan nanti tiap kelurahan itu ada 20 perwakilan, secara kasar 10.000 sampai 12.000 untuk kami lurah-lurah,” katanya.

Baca juga: Libur Jualan demi Ngalap Berkah, Antusias Warga Yogyakarta Silaturahmi dengan Sultan HB X

Dia menyampaikan, para lurah akan menggunakan pakaian adat Jawa atau pakaian adat khas Yogyakarta.

Pihaknya juga mempersilakan masyarakat DIY untuk ikut serta dengan menggunakan batik.

“Kalau untuk wanita ada dua pilihan bisa pakai pakaian adat jika berjilbab pakai batik jadi jelasnya seperti itu,” kata dia.

“Kita ini terbuka untuk umum masyarakat mau gabung monggo,” imbuh Gandang.

Halaman:


Terkini Lainnya
Mementingkan Pelayanan Publik, Pemkab Sleman Putuskan Tidak Terapkan WFH ASN Setiap Jumat
Mementingkan Pelayanan Publik, Pemkab Sleman Putuskan Tidak Terapkan WFH ASN Setiap Jumat
Yogyakarta
Pemda DIY Belum Terapkan WFH MInggu Ini: Kemrungsung Juga Enggak Bagus
Pemda DIY Belum Terapkan WFH MInggu Ini: Kemrungsung Juga Enggak Bagus
Yogyakarta
Canda Hasto soal Mobil Dinas Wali Kota Yogyakarta Dijatah 5 Liter Per Hari
Canda Hasto soal Mobil Dinas Wali Kota Yogyakarta Dijatah 5 Liter Per Hari
Yogyakarta
Permudah Akses Warga, 11 Jembatan Garuda Dibangun di Gunungkidul
Permudah Akses Warga, 11 Jembatan Garuda Dibangun di Gunungkidul
Yogyakarta
Kondisi Pembalap WorldSSP Aldi Satya Mahendra Pasca-Tabrak Lari di Jogja, Tetap Balapan di Portugal meski Menahan Sakit
Kondisi Pembalap WorldSSP Aldi Satya Mahendra Pasca-Tabrak Lari di Jogja, Tetap Balapan di Portugal meski Menahan Sakit
Yogyakarta
Upaya Pemkot Yogyakarta Kencangkan Ikat Pinggang setelah SE Kemendagri Keluar, BBM Dijatah hingga Lelang Kendaraan Lama
Upaya Pemkot Yogyakarta Kencangkan Ikat Pinggang setelah SE Kemendagri Keluar, BBM Dijatah hingga Lelang Kendaraan Lama
Yogyakarta
DPRD DIY Usulkan Prajurit asal Kulon Progo Gugur di Lebanon Jadi Pahlawan Nasional
DPRD DIY Usulkan Prajurit asal Kulon Progo Gugur di Lebanon Jadi Pahlawan Nasional
Yogyakarta
Sepak Terjang Sultan HB X di Usia 80 Tahun, Raja dan Gubernur DIY 3 Dekade
Sepak Terjang Sultan HB X di Usia 80 Tahun, Raja dan Gubernur DIY 3 Dekade
Yogyakarta
Pekerja Pabrik Garmen Demo di Kantor Bupati Sleman, Tolak Pesangon Rendah
Pekerja Pabrik Garmen Demo di Kantor Bupati Sleman, Tolak Pesangon Rendah
Yogyakarta
Jenazah Praka Farizal Diperkirakan Tiba di Kulon Progo 3 April 2026, Keluarga Tunggu Kepastian
Jenazah Praka Farizal Diperkirakan Tiba di Kulon Progo 3 April 2026, Keluarga Tunggu Kepastian
Yogyakarta
Jelang Paskah, Tim Jibom Brimob Polda DIY Sterilisasi 5 Gereja di Gunungkidul
Jelang Paskah, Tim Jibom Brimob Polda DIY Sterilisasi 5 Gereja di Gunungkidul
Yogyakarta
Rekayasa Lalu Lintas Kirab Budaya Sultan HB X Besok, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Rekayasa Lalu Lintas Kirab Budaya Sultan HB X Besok, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Yogyakarta
Profil Sri Sultan HB X: Jejak Panjang Menjaga Keistimewaan DIY
Profil Sri Sultan HB X: Jejak Panjang Menjaga Keistimewaan DIY
Yogyakarta
Ribuan Orang Bakal Sowan ke Keraton Yogyakarta saat HUT Sultan HB X, Sejumlah Ruas Ditutup
Ribuan Orang Bakal Sowan ke Keraton Yogyakarta saat HUT Sultan HB X, Sejumlah Ruas Ditutup
Yogyakarta
Kirab Budaya HUT Sri Sultan HB X Digelar 2 April, Rekayasa Lalu Lintas Dimulai Pukul 06.00
Kirab Budaya HUT Sri Sultan HB X Digelar 2 April, Rekayasa Lalu Lintas Dimulai Pukul 06.00
Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau