Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkot Bandung Manfaatkan Pupuk Kompos Hasil Pengolahan Sampah di Pasar Induk Gedebage

Kompas.com, 23 Desember 2025, 19:07 WIB
Putra Prima Perdana,
Bilal Ramadhan

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Tumpukan pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik menggunakan teknologi biodogester di Pasar Induk Gedebage akhirnya sedikit demi sedikit berkurang.

Hari ini, Selasa (23/12/2025), CV Prosignal Karya Lestari sebagai operator pengolahan sampah di Pasar Gedebage untuk pertama kalinya mengantarkan 2 ton pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik untuk Diskominfo Kota Bandung dan ke rumah dinas Wali Kota Bandung.

"Dalam rangka kolaborasi dengan OPD, ketika Minggu lalu kita sounding bahwa kita ingin bekerjasama dengan OPD OPD di Kota Bandung, alhamdulilah Diskominfo yang pertama yang berminat minta bantuan kompos kami dari hasil pengolahan sampah di Gedebage," ujar Direktur Utama CV Prosignal Karya Lestari, Aldi Ridwansyah.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Remaja di Rancaekek Bandung

Aldi menjelaskan, dia berharap Dinas lainnya yang memang membutuhkan pupuk kompos hasil dari pengolahan sampah organik bisa mengambil secara cuma-cuma di Pasar Induk Gedebage.

Sebab, saat ini pupuk kompos dari proses pengolahan sampah organik menggunakan biodigester saat ini tengah mencapai puncak produksi.

Karena CV Prosignal yang saat ini dapat dikatakan tengah memanen hasil dari pengolahan sampah menggunakan biodigester, maka pupuk kompos pun akhirnya menumpuk di gudang hingga per hari ini ada lebih dari 2.000 ton.

"Kita bisa produksi sehari itu minimal 14 ton (pupuk kompos). Penggunaannya bisa untuk tanaman, untuk perkebunan, penghijauan, ataupun untuk memperbaiki tanah, sejauh ini cuma dimanfaatkan sedikit oleh petani dari Ciwidey," tuturnya.

Baca juga: Sepakati Dedi Mulyadi Soal Angkot Bandung Berhenti saat Malam Tahun Baru, Farhan Hitung Anggaran

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sangat mengapresiasi pengolahan sampah di Pasar Induk Gedebage menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

"Alhamdulilah atas kerjasama Pemkot Bandung khususnya DLH dengan pengelola pasar Gedebage dan Prosignal Karya Lestari, perusahaan swasta yang berinvestasi di pengolahan sampah organik di Pasar Induk Gedebage sudah mencapai titik yang sangat baik menuju optimal karena sehari bisa mengolah 27 ton sampah," ujar Farhan.

Farhan pun memerintahkan Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung (DPKP) juga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung (DKPP) Kota Bandung untuk segera memanfaatkan pupuk kompos yang menumpuk untuk tanaman hias serta progran urban farming, Buruan SAE.

"Bagaimana cara memanfaatkannya ini salah satu yang penting," ucapnya.

Baca juga: UMK Bandung Barat 2026 Naik 6,79 Persen, Jadi Segini Besarannya

Selain itu, Farhan juga berencana memasukan pupuk kompos dari sampah Pasar Induk Gedebage ini menjadi salah satu mata rantai ekonomi sirkular dalam program Pengolahan Sampah skala Rukun Warga.

"Kita akan menggabungkan tiga program yang sudah jalan yaitu pengolahan sampah di RW , urban farming level RW dan operasi dapur sehat di level RW. Kompos akan digunakan oleh urban farming, sayur, buah, ikan, hasil dari urban farming akan dikonsumsi dapur sehat, maka jadinya sirkular," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau