KARAWANG, KOMPAS.com – Seorang siswi kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (13/1/2026). Setelah dilakukan pencarian intensif oleh pihak kepolisian, siswi tersebut akhirnya ditemukan bersembunyi di dalam lemari pakaian di rumahnya sendiri.
Kapolsek Purwasari Iptu Herawati menyebut pihaknya menerima laporan orang hilang pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelum dilaporkan ke polisi, ayah korban sudah melakukan pencarian ke teman-teman sekolah hingga sempat mendapatkan informasi palsu bahwa anaknya berada di Stasiun Manggarai.
“Namun hingga sore hari korban tidak kunjung ditemukan. Ayahnya kemudian melakukan pencarian, termasuk mendatangi teman-teman korban. Bahkan sempat mendapat informasi korban berada di Stasiun Manggarai,” ujar Herawati, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Misteri Bocah Hilang di Pekanbaru Terungkap, Jenazahnya Muncul Bersamaan
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan serangkaian upaya pencarian mulai dari sekolah hingga memeriksa saksi-saksi. Namun, titik terang justru ditemukan saat polisi memutuskan untuk menyisir kembali rumah korban dan memeriksa kamar tempat siswi tersebut biasa beraktivitas.
Herawati menceritakan, awalnya ia memeriksa kolong lemari namun tidak membuahkan hasil. Kecurigaan muncul ketika petugas mencoba membuka pintu lemari pakaian, namun terasa ada tekanan atau sulit dibuka dari arah luar.
“Setelah kami paksa buka, ternyata korban berada di dalam lemari,” kata Herawati.
Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan baik. Kepada petugas, siswi tersebut mengaku nekat bersembunyi di dalam lemari karena merasa takut akan dimarahi oleh kakaknya akibat terlambat berangkat ke sekolah pada Selasa pagi.
Selama ini, korban tinggal bersama dua kakaknya yang bekerja, sementara sang ayah berencana menjemputnya untuk pindah sekolah. Selama masa persembunyiannya, korban tetap diam meskipun kakaknya sempat mengetuk pintu lemari tersebut.
“Bahkan saat lemari diketuk oleh kakaknya, korban tidak menjawab. Jadi saat kakaknya keluar rumah, korban tetap bersembunyi,” ujar Herawati.
Korban berhasil ditemukan setelah polisi melakukan pencarian sekitar dua jam sejak laporan resmi diterima. Pihak kepolisian memastikan siswi tersebut kini sudah kembali ke pelukan keluarga dalam keadaan selamat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang