Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan di Sindangpanon Kabupaten Bandung, Merawat Tanaman Menenun Silaturhami

Kompas.com, 26 Februari 2026, 18:22 WIB
M. Elgana Mubarokah,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Di kaki bukit yang memeluk Desa Sindangpanon, Kecamatan Banjaran, mentari Ramadhan merayap perlahan, menyentuh pucuk-pucuk daun yang masih basah oleh embun pagi.

Alih-alih terlelap dalam kantuk usai sahur, warga di sudut Kabupaten Bandung ini justru memilih berpagut dengan tanah dan air, mengubah pekarangan yang dulunya sunyi menjadi simfoni hijau yang menyejukkan mata.

Di sini, ibadah tak hanya berhenti di atas sajadah, namun menjalar hingga ke sela-sela jemari yang merawat kehidupan.

Baca juga: Bukan Berburu Takjil, Remaja di Soreang Memilih Ngabuburit Menjelajahi Sejarah Dirgantara di SCS

Sutisna (54), seorang pria dengan gurat wajah penuh keteduhan, tampak cekatan memeriksa instalasi pipa-pipa paralon yang berjejer rapi.

Di tangannya, netpot berisi selada keriting yang segar menjadi bukti nyata bahwa tangan-tangan renta pun mampu melahirkan kesuburan.

Ia adalah salah satu penggerak yang meyakini bahwa menjaga alam adalah bentuk syukur yang paling jujur kepada Sang Pencipta, terutama di bulan yang penuh berkah ini.

Baca juga: Ngabuburit Sehat di Lapangan Upakarti Soreang, Warga Pilih Olahraga Sambil Tunggu Azan Buka Puasa

“Dulu, sudut-sudut gang ini hanya diisi tumpukan barang tak terpakai, tapi kami istilahnya mengubah menjadi kebun hidroponik. Ramadhan bukan alasan untuk berpangku tangan, justru dengan berkebun, kami merasa puasa menjadi lebih ringan karena hati disibukkan oleh hal-hal baik,” ujar Sutisna sembari menyeka peluh yang mulai mengintip di dahinya, Kamis (26/2/2026). 

Warga Desa Sindangpanon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat melalukan aktifitas berkebun selama bulan Ramadan, Kamis (26/2/2026).KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Warga Desa Sindangpanon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat melalukan aktifitas berkebun selama bulan Ramadan, Kamis (26/2/2026).

Baginya, setiap tetes nutrisi yang mengalir di pipa-pipa itu adalah doa-doa yang dipanjatkan demi kelestarian bumi.

Tak jauh dari instalasi hidroponik, riuh rendah suara warga terdengar dari rumah kompos, di mana limbah rumah tangga tak lagi dianggap sebagai musuh.

Di sana, Mulyana (42) sedang sibuk memilah sisa sayuran untuk diberikan kepada ribuan larva lalat tentara hitam atau maggot.

Di bawah arahannya, sampah organik yang biasanya berujung di tempat pembuangan akhir, kini bertransformasi menjadi pupuk cair dan pakan protein tinggi yang bernilai guna.

Baca juga: Ironi Longsor KBB: Kala Tanah Duka Jadi Tempat Ngabuburit dan Bikin Konten

Mulyani berkisah bahwa inisiatif ini bermula dari kerinduan akan lingkungan yang bersih dan asri saat menyambut bulan suci.

"Kami ingin saat tarawih atau tadarus, lingkungan kami tidak hanya bersih secara spiritual, tapi juga bersih secara lahiriah. Dengan mengolah sampah jadi maggot dan pupuk, kami tidak lagi mewariskan bau tak sedap kepada tetangga, melainkan manfaat," tuturnya dengan binar mata yang penuh semangat.

Kebersamaan ini rupanya menjadi perekat sosial yang luar biasa kuat di tengah gempuran modernitas. 

Baca juga: Tanggul Kayat, Lokasi Favorit Ngabuburit Warga Purwakarta, Pemandangan Gunung di Tengah Danau Jatiluhur

Berkebun di sela waktu puasa telah menjadi jembatan silaturahmi yang tak ternilai harganya bagi warga Sindangpanon.

Warga Desa Sindangpanon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat melalukan aktifitas berkebun selama bulan Ramadan, Kamis (26/2/2026).KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Warga Desa Sindangpanon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat melalukan aktifitas berkebun selama bulan Ramadan, Kamis (26/2/2026).

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau