Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ngabuburit di Pelosok Bandung, Anak-anak Antusias Serbu Perpustakaan Keliling

Kompas.com, 27 Februari 2026, 16:03 WIB
M. Elgana Mubarokah,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Di ujung selatan Kabupaten Bandung, di mana kabut seringkali memeluk perkebunan teh dengan erat, keriuhan sore di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Jawa Barat memiliki warna berbeda.

Bukan deru knalpot bising atau keramaian pasar tumpah yang mendominasi, melainkan kepakan lembar-lembar kertas yang tertiup angin pegunungan.

Di sebuah lapang terbuka, sebuah mobil berwarna cerah dengan tulisan "Perpustakaan Keliling Bedas" terparkir megah, menjadi magnet bagi puluhan pasang mata yang haus akan cakrawala baru di tengah ritual menunggu azan Magrib.

Baca juga: Ngabuburit di Kawasan Rel Kereta Api, Daop 8 Surabaya Ingatkan Ancaman Pidana

Anak-anak dan remaja berseragam santai tampak silih berganti menaiki tangga kecil mobil milik Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung tersebut.

Jemari mereka menelusuri deretan punggung buku yang tertata rapi, mulai dari dongeng nusantara hingga ensiklopedia teknologi.

Suasana hening namun hidup hanya sesekali terdengar. Bisikan antusias saat seseorang menemukan judul yang dicari, menciptakan harmoni literasi di tengah udara dingin yang mulai menusuk tulang.

Baca juga: Bukan Berburu Takjil, Remaja di Soreang Memilih Ngabuburit Menjelajahi Sejarah Dirgantara di SCS

Buku adalah kemewahan

Siti Nurhaliza (15), salah satu remaja setempat, tampak memeluk erat sebuah buku tentang sejarah peradaban dunia.

Baginya, kehadiran mobil ini adalah kemewahan yang jarang mampir ke desanya yang berbatasan langsung dengan Cianjur.

"Biasanya sore-sore begini kami hanya diam di rumah atau sekadar jalan-jalan tanpa tujuan. Tapi sejak ada perpustakaan keliling, waktu terasa berjalan lebih cepat. Membaca membuat rasa lapar dan haus saat puasa seolah terlupakan karena pikiran kita dibawa terbang ke tempat lain," ujarnya dengan binar mata yang jujur, Jumat (27/2/2026).

Hal senada diungkapkan Ridwan (16), yang sore itu lebih memilih membolak-balik buku panduan budidaya tanaman hias.

Ridwan menyadari bahwa letak geografis Desa Cipelah yang sangat jauh dari pusat kota di Soreang membuat akses terhadap buku bermutu menjadi tantangan tersendiri.

Baginya, menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mengunjungi perpustakaan daerah bukanlah pilihan yang praktis, sehingga kehadiran armada ini adalah jawaban atas dahaga intelektual yang selama ini terpendam.

"Untuk sampai ke Soreang atau pusat keramaian, kami harus melewati jalanan berkelok yang panjang dan memakan waktu. Mobil ini adalah jembatan bagi kami yang berada di pelosok," tutur Ridwan sambil menyandarkan punggungnya di bawah pohon.

Ia memilih membaca di sini daripada harus pergi ke area wisata yang padat. Menurutnya, ketenangan di balik deretan kalimat jauh lebih menenangkan jiwa dibandingkan hiruk-pikuk keramaian yang menguras energi.

Beralih dari gawai ke buku

Sementara itu, Melani (14) terlihat asyik dengan buku kumpulan cerpen remaja.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau