BANDUNG, KOMPAS.com – Insiden runtuhnya plafon beton di bangunan Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, menelan korban jiwa, Senin (16/3/2026). Seorang pengunjung dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang jatuh secara tiba-tiba.
Kapolsek Soreang, Komisaris Oeng Hoeruman, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tercatat ada empat orang korban dalam musibah tersebut.
"Satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Saat ini, tim dokter masih melakukan pemeriksaan mendalam," ujar Oeng saat dikonfirmasi, Senin malam.
Baca juga: 13 Kios Pasar Soreang Ambruk, Wabup Bandung: Pemerintah Siapkan Solusi Jelang Lebaran
Salah satu korban selamat, Reza Ruqiah (15), menceritakan detik-detik mencekam saat material beton jatuh menimpanya. Ia mengaku tidak melihat tanda-tanda kerusakan sebelum insiden terjadi.
"Saya sedang duduk, tiba-tiba terdengar suara retakan (kretek). Tanpa jeda, beton langsung jatuh menimpa punggung saya. Setelah itu saya tidak sadarkan diri," tutur Reza.
Kesaksian serupa disampaikan Anisa Nurjanah, warga yang saat kejadian berada di seberang lokasi. Menurutnya, peristiwa itu terjadi sangat cepat tanpa dipicu faktor cuaca atau angin kencang.
"Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tiba-tiba ambruk dari ujung ke ujung. Di bawah memang tidak banyak orang, tetapi banyak kendaraan yang terparkir," kata Anisa. Ibunda Anisa pun turut menjadi korban dalam peristiwa ini dan mengalami cedera pada bagian bahu.
Baca juga: Duka di Balik Reruntuh: Kala Senyap Menjelma Petaka di Pasar Soreang
Berdasarkan pemeriksaan medis awal, para korban yang selamat mengalami trauma fisik di beberapa bagian tubuh, seperti tangan, punggung, hingga kaki. Saat ini, pihak medis masih melakukan observasi ketat untuk memastikan tidak ada cedera internal yang fatal.
Pihak kepolisian masih terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti ambruknya struktur plafon beton tersebut. Area di sekitar lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna menghindari adanya potensi runtuhan susulan.
Meskipun musibah telah terjadi, aktivitas perdagangan di titik pasar lainnya terpantau masih tetap berjalan dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang