Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuti Bersama Lebaran Selesai, Arus Wisata ke Puncak Bogor Tetap Ramai

Kompas.com, 25 Maret 2026, 13:50 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com – Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpantau tetap ramai pada H+4 Lebaran, Rabu (25/3/2026).

Meski sudah memasuki hari kerja, volume kendaraan masih tinggi dipicu oleh kebijakan work from anywhere (WFA) dan masa libur sekolah.

KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian mengatakan, tingginya intensitas kendaraan membuat pihak kepolisian tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way.

“Untuk situasi arus lalu lintas di kawasan wisata Puncak pada hari ini kita tetap berlakukan rekayasa satu arah,” ujar Ardian di Pos Terpadu Simpang Gadog, Rabu.

Rekayasa Satu Arah

Ardian menjelaskan, skema one way mulai diterapkan sejak pagi hari dan akan dilanjutkan pada siang hari sebagai pola pengaturan arus buka-tutup.

Langkah ini diambil setelah melihat lonjakan volume kendaraan yang signifikan sejak pagi tadi.

Baca juga: Wisata Nirmala di Ujung Barat Bogor, Dari Tempat Terpencil Kini Diserbu Wisatawan

Berdasarkan data di Exit Tol Ciawi, jumlah kendaraan pada pukul 06.00 WIB tercatat sekitar 1.380 unit.

Angka tersebut meningkat tajam menjadi sekitar 2.100 kendaraan pada pukul 07.00 WIB.

“Kondisi tersebut sudah cukup menjadi pertimbangan bagi kami untuk memberlakukan rekayasa satu arah dari Jakarta menuju Puncak,” kata Ardian.

Penurunan Volume Kendaraan

Meski tetap ramai, Ardian menyebutkan ada penurunan volume kendaraan sebesar 30 persen jika dibandingkan dengan puncak arus wisata pada Senin dan Selasa lalu. Namun, penurunan ini tidak lantas membuat jalur Puncak lengang.

“Untuk hari Rabu ini memang arus wisata menurun dibandingkan dua hari sebelumnya, namun tetap masih terjadi peningkatan arus kendaraan,” jelasnya.

Baca juga: Puas Liburan, Kembali ke Realita: Pekerja Mengejar Waktu di Stasiun Bogor

Situasi di lapangan saat ini terpantau ramai lancar.

Menurutnya, minat masyarakat untuk berwisata ke Puncak masih tinggi karena banyak pekerja yang menjalani WFA serta anak sekolah yang masih menikmati libur hingga akhir pekan nanti.

"Masih banyaknya arus wisata yang menuju kawasan Puncak dipengaruhi oleh WFA dan libur sekolah yang masih berlangsung sampai akhir pekan,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun mengingatkan para pengendara agar tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas serta arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan perjalanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau