Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ruas KM 188 Tol Cipali Kembali Padat Merayap, "One Way" Diberlakukan

Kompas.com, 27 Maret 2026, 11:21 WIB
Muhamad Syahri Romdhon,
Icha Rastika

Tim Redaksi

CIREBON, KOMPAS.com - Arus balik Lebaran Idul Fitri di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) kembali mengalami kepadatan panjang pada Jumat (27/3/2026) siang.

Kepadatan kendaraan terpantau terjadi di sekitar kilometer 188 bekas gerbang Palimanan, Kabupaten Cirebon, dengan antrean kendaraan pemudik menuju arah Jakarta yang mengular cukup panjang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, kepadatan kendaraan yang ke arah Jakarta sudah terjadi sejak Kamis siang hingga malam, dan terus berlanjut pada Jumat siang hari ini.

Kendaraan terpantau mengantre dari Kilometer 190 yang masuk wilayah Tol Palimanan–Kanci (Palikanci), hingga melewati Kilometer 188 yang merupakan bagian dari Tol Cipali.

Baca juga: Volume Kendaraan Arus Balik Tol Cipali Meningkat, One Way KM 132-KM 70 Kembali Berlaku

Lalu lintas kendaraan para pemudik tampak tersendat dengan pergerakan kendaraan yang minim.

Sejumlah kendaraan bahkan terlihat beberapa kali berhenti dan kembali melaju perlahan.

Untuk mengurai kepadatan ini, Astra Tol Cipali bersama kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di jalur A, tepatnya dari kilometer 188 hingga kilometer 70 ke arah Jakarta pada pukul 10.08 WIB.

Sebelumnya, polisi melakukan sterilisasi sejak pukul 08.00 WIB.

Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali mengatakan, kebijakan satu arah ini diambil sebagai upaya mengurangi kepadatan kendaraan saat arus balik.

Sebelumnya, Kamis petang, pihaknya telah melakukan rekayasa arus berupa contraflow dari KM 169-162 Tol Cipali.

"Per pukul 10.08 WIB, arus one way menuju arah Jakarta telah dibuka mulai dari KM 188 (Palimanan) hingga KM 70 (Jakarta–Cikampek). Adapun pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini tetap bersifat situasional sesuai dengan diskresi dari pihak Kepolisian di lapangan," kata Ardan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Jumat siang.

Baca juga: Kepadatan Kendaraan Arus Balik di Tol Cipali KM 188-164 Malam Ini Mulai Terurai

Berdasarkan data periode pukul 00.00 hingga 08.00 WIB pada H+5 Lebaran, tercatat sekitar 19.700 kendaraan melintas dari Cikopo menuju Jakarta.

Jumlah tersebut lebih rendah sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya.

Sementara itu, untuk arah sebaliknya menuju Cirebon, tercatat sebanyak 5.000 kendaraan melintasi eks Gerbang Tol Cikopo.

Secara keseluruhan, total volume lalu lintas di ruas Tol Cipali pada periode tersebut lebih rendah sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama sehari sebelumnya.

Di sisi lain, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah di jalur berlawanan terpantau ramai lancar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Dedi Mulyadi Sorot Pentingnya Pahami Karakter Sosial Masyarakat Sunda di Pelantikan PUI Jabar
Dedi Mulyadi Sorot Pentingnya Pahami Karakter Sosial Masyarakat Sunda di Pelantikan PUI Jabar
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau