Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebih dari 2000 Pelajar Indonesia Tertarik Studi di Belanda

Kompas.com, 11 Oktober 2013, 11:31 WIB
Kurnia Sari Aziza

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari 2000 warga Indonesia, mulai pelajar tingkat menengah sampai sarjana, tertarik melanjutkan studi ke Belanda. Antusiasme itu bisa dilihat dari kunjungan mereka untuk mendaftar masuk ke perguruan-perguruan tinggi di Belanda melalui Dutch Placement Day 2013.

Education Promotion Officer Netherlands Education Support Office (Neso) Indonesia Inty Dienasari mengatakan Dutch Placement Day telah diselenggarakan setiap tahun. Tahun ini, Jakarta merupakan kota terakhir pelaksanaan pameran pendidikan Belanda tersebut.

Sebelumnya, Neso Indonesia telah menyelenggarakan di Yogyakarta (6/10/2013), Semarang (7/10/2013), dan Surabaya (8/10/2013). Pameran pendidikan itu hanya diselenggarakan selama tiga jam perharinya.

"Dalam waktu tiga jam, kemarin (Rabu/9/10) di Yogyakarta pesertanya sudah 800 lebih, sementara peserta di Semarang 900 lebih. Kami belum hitung yang di Jakarta. Sejauh ini total sudah 2000 lebih masyarakat antusias mengikuti studi di Belanda," kata Inty kepada Kompas.com di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/10/2013) malam tadi.

Dutch Placement Day merupakan pameran pendidikan awal sebelum dilaksanakannya European Higher Education Fair (EHEF) 2013 pada Sabtu dan Minggu (12-13/10/2013) di Hotel Sahid Jakarta. Pameran Pendidikan Tinggi Eropa tersebut diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI bersama Uni Eropa.

Tahun ini, Dutch Placement Day diikuti oleh sekitar 20 institusi dari Belanda. Selain mengenai pendidikan di Belanda, pengunjung dapat mencari informasi mengenai cara hidup di Negeri Kincir Angin itu bersama para perwakilan yang langsung datang dari Belanda.

"Belanda saat ini menjadi negara di Eropa Barat yang menyelenggarakan program internasional paling banyak bagi pelajar-pelajar internasional. Saat ini, sudah ada lebih dari 1700 program internasional yang diselenggarakan oleh universitas-universitas di Belanda," papar Inty.

Inty mengatakan, hal tersebut menjadikan Belanda sebagai salah satu negara tujuan utama di Eropa untuk melanjutkan studi. Posisi tersebut juga diperkuat dengan tersedianya dana pendidikan bagi para pelajar Indonesia yang merencanakan studi di Belanda. Dana pendidikan (beasiswa) tersebut berasal dari berbagai sumber dan diperuntukkan bagi berbagai jenjang studi, mulai dari bachelor, master, PhD, dan non-degree programmes seperti short courses dan trainings.

Adapun 17 universitas yang mengikuti Dutch Placement Day 2013, antara lain, Amsterdam Foundation Campus@University of Amsterdam, Erasmus University Rotterdam, Fontys University of Applied Sciences, Hanze University of Applied Sciences, IHS Erasmus University Rotterdam, Institute of Social Studies, NHTV Breda University of Applied Sciences, Radboud University Njimegen, Saxion University of Applied Sciences, Stenden Univesity of Applied Sciences and Stenden Hotel Management School, The Hague (Den Haag) University of Applied Sciences, TiasNimbas Business School, Tilburg Univesity, University of Groningen, University of Twente, VU University Amsterdam, dan Wageningen University.

"Jumlah pelajar Indonesia yang paling banyak diterima di University of Groeningen. Tahun lalu saja ada sekitar 70 mahasiswa," kata Inty.

Sementara itu, jurusan agriculture, environment, bisnis, dan manajemen masih menjadi primadona minat pelajar Indonesia studi di Belanda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau