KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengimbau anak-anak sekolah dan guru bisa ikut melakukan penghematan energi.
Salah satu yang bisa dilakukan dengan berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki atau bersepeda jika jarak rumah dan sekolah tidak terlalu jauh.
"Jadi misalnya kita himbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah kalau memang kira-kira aman dan nyaman saya kira tidak ada salahnya jalan kaki misalnya kan, atau kembali kepada kebiasaan bersepeda," kata Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Iseng Daftar, Rosa Sukses Lolos Kedokteran lewat Jalur Golden Ticket Unair 2026
Menurut Mu'ti, kebiasaan naik sepeda sebenarnya sudah mulai menjamur sejak masa Covid-19 dan kebiasaan tersebut juga sangat bagus untuk kesehatan.
Oleh karena itu, Mu'ti menilai, tidak ada salahnya kebiasaan itu kembali dihidupkan kembali.
"Selama masa Covid itu kan anak-anak terbiasa bersepeda kenapa kebiasaan itu kita juga lanjutkan lagi? Itu kan sehat dan juga bisa himat energi dan bersih lingkungan," ujarnya.
ilustrasi siswa Sekolah Dasar (SD). Jadwal masuk sekolah dan libur lebaran 2026.Baca juga: 2 Pertimbangan Pemerintah Batalkan Rencana Pembelajaran Daring April 2026
Selain itu, Mu'ti juga menekankan pentingnya penggunaan transportasi umum yang aman dan nyaman bagi warga sekolah dan masyarakat.
Menurut Mu'ti, transportasi yang aman dan nyaman akan menarik perhatian warga sekolah dan masyarakat umum.
"Menurut saya ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah di mana pun untuk memperbaiki sarana transportasi umum," ungkapnya.
"Sehingga anak-anak kita ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum itu kan lebih himat energi, juga bisa mengurangi polusi," lanjut dia.
Meski demikian, Mu'ti menegaskan pelaksanaan belajar mengajar di sekolah tetap dilaksanakan secara tatap muka dan tidak akan dilaksanakan secara hybrid.
"Tetap berjalan sebagaimana biasa," pungkas Mu'ti.
Sebelumnya, Menko PMK Pratikno, pada Selasa juga menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Dengan demikian, dari koordinasi lintas kementerian diputuskan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap berjalan untuk memastikan kualitas pendidikan tidak menurun.
"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” kata Pratikno dari keterangan resminya, sebagaimana dilansir Kompas.com.
Baca juga: 3 Alasan Belajar Daring Bulan April 2026 Batal, Ini Kata Menko PMK
Pratikno membenarkan bahwa sempat juga ada opsi untuk melakukan pembelajaran hybrid, yakni gabungan luring dan daring. Namun, kembali menjaga kualitas pendidikan menjadi yang terpenting.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang