Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Bisa Pilih Pusat UTBK SNBT 2026: Ini Solusi Jika Kota Pilihan Sudah Penuh

Kompas.com, 30 Maret 2026, 17:03 WIB
Dian Sophya Jelank Ramadaniy,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Skema pendaftaran UTBK SNBT 2026 sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada SNBT 2026, peserta tidak dapat memilih pusat UTBK saat proses pendaftaran. Siswa hanya bisa memilih kota/wilayah pelaksanaan UTBK.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok menjelaskan, hal tersebut diberlakukan untuk mengurangi praktik kecurangan yang marak terjadi.

Baca juga: Ada Pembaruan Jadwal UTBK SNBT 2026, Siswa Segera Cek

Pusat UTBK 2026 akan diinformasikan kepada peserta pada 10 hari sebelum pelaksanaan.

Solusi jika tertera informasi "Penuh"

Bagaimana jika tertera informasi “penuh” saat memilih kota/wilayah UTBK pada pendaftaran SNBT?

Panitia SNPMB Rizky Yanuar menegaskan, peserta tidak perlu panik apabila mendapati keterangan penuh pada kota/wilayah UTBK domisili mereka.

Rizky mengimbau peserta untuk mengontak call center SNPMB dan memastikan ketersediaan kuota pada kota/wilayah tersebut.

"Kalau (keterangan) 'Penuh' seperti ini tidak bisa dipilih, diklik tidak bisa. Tetapi kalau penuh gini jangan panik dulu, lalu memilih kota/wilayah lain, tetapi silakan kontak call center dulu untuk memastikan apakah karena belum dibuka, belum ditambah ruangannya, atau seperti apa," jelasnya dalam rekaman Sosialisasi UTBK-SNBT 2026, dikutip Senin (30/3/2026).

Baca juga: Peserta Tidak Dapat Pilih Pusat UTBK 2026, Ini Penjelasan Panitia SNPMB

Ilustrasi UTBK SNBT, siswa yang tidak bisa mendaftar UTBK SNBT 2026Dok. Universitas Brawijaya Ilustrasi UTBK SNBT, siswa yang tidak bisa mendaftar UTBK SNBT 2026

Narasi terlempar ke pusat UTBK yang jauh tidak benar

Lebih lanjut, ia juga menampik narasi yang beredar di kalangan masyarakat soal kemungkinan terlempar ke pusat UTBK yang berbeda dengan kota/wilayah domisili.

“Kebanyakan mappingnya satu dengan satu. Jadi tidak jauh-jauh sebenarnya. Kecuali di kota-kota besar, tapi kota besar masih dalam satu kota. Tidak akan terlempar jauh seperti narasi-narasi yang beredar," tegasnya.

Jadi, lanjutnya, silakan pilih sesuai dengan domisili terdekat. Karena pasti akan dapat yang terdekat sesuai tempat tinggal dan waktu ujian UTBK.

Apakah bisa ganti kota/wilayah UTBK?

Menanggapi pertanyaan yang kerap muncul soal kemungkinan mengganti kota/wilayah UTBK, Rizky memaparkan bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menunggu kode bayar UTBK kedaluwarsa.

"Caranya gimana? Silakan tunggu slipnya kedaluwarsa dalam 2x24 jam,” paparnya.

Baca juga: Cek Daftar 26 UIN yang Bisa Dipilih Pada UTBK SNBT 2026

Ketika slip bayar kedaluwarsa, peserta dapat kembali ke menu sebelumnya dan memilih ulang kota/wilayah maupun pilihan prodi UTBK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau