Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iseng Daftar, Rosa Sukses Lolos Kedokteran lewat Jalur Golden Ticket Unair 2026

Kompas.com, 30 Maret 2026, 19:00 WIB
Dian Sophya Jelank Ramadaniy,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Rosa Alba berhasil mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga (Unair).

Tak tanggung-tanggung, Rosa bahkan tidak perlu mengikuti serangkaian seleksi mahasiswa baru. Ia mendapatkan Golden Ticket Unair berkat prestasinya di ajang Olimpiade Sains Airlangga (OSA).

Keberhasilan siswi asal Solo ini menjadi sorotan. Pasalnya, ia terpilih sebagai peserta terbaik pertama dalam OSA untuk kategori Saintek, menyisihkan hampir 4 ribu peserta dari seluruh Indonesia.

Semua berawal dari langkah yang ia sebut “iseng-iseng berhadiah”. Pada Desember 2025, ia memutuskan mengikuti OSA tanpa persiapan khusus. Hal tersebut terjadi sebab pelaksanaan OSA bentrok dengan ujian semester di sekolahnya.

Baca juga: Cerita Deedat, Lolos Jurusan Farmasi lewat Jalur Golden Ticket Unair 2026

Meski tanpa belajar intens, ia sukses meraih predikat Terbaik Satu di bidang Saintek. Prestasi tersebut membawanya mendapatkan Golden Ticket Unair.

Saat pertama kali menerima kabar dari pihak kampus, Rosa mengaku sempat tidak percaya sebab ia meyakini nilainya biasa saja.

“Jujur saja, ngerasa nilainya tuh jelek. Biasa aja. Jadi pas dihubungi dari PPMB, saya tuh sampai bilang, ‘Kak, ini beneran nggak salah orang?” ungkap Rosa mengutip laman Unair, Senin (30/3/2026).

Usai mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut, ia semakin semangat menembus Unair melalui jalur Golden Ticket 2026.

Dukungan dari alumni

Dalam proses penyusunan berkas, Rosa memaparkan peran alumni dan informasi dari internal yang sangat membantunya.

Baca juga: Cerita Bryant, Dapat Golden Ticket Unair Masuk Jurusan Kedokteran 2026

Ia mengaku mendapatkan informasi mengenai Golden Ticket dari kakak tingkatknya yang sukses menembuh Kedokteran Gigi Unair melalui jalur yang sama.

Rosa menyebut, ia diberitahu bahwa Unair jauh lebih terbuka bagi siswa dengan portofolio prestasi yang kuat.

“Mbaknya bilang, ‘Kamu coba Unair aja, Unair tuh menghargai semua sertif, di situ mbaknya juga udah ngasih step-step apa aja yang harus saya lakuin, kayak kamu harus eligible satu, kemudian kamu harus ikut OSA,” jelasnya.

Tak lupa, Rosa juga menyertakan surat rekomendasi sekolah yang mengakomodasi banyak sertifikat prestasinya demi Golden Ticket 2026.

Perjuangan tersebut berbuah manis, Rosa bahkan menjadi alumnus pertama di sekolahnya yang berhasil menembus ketatnya persaingan di FK Unair.

Kampus Universitas Airlangga. 25 universitas terbaik di Indonesia versi THE Impact Rankings 2025.unair.ac.id Kampus Universitas Airlangga. 25 universitas terbaik di Indonesia versi THE Impact Rankings 2025.

Persiapan jelang AMERTA 2026

Momen mengharukan datang melalui sebuah telepon dari pihak PPMB Unair di sore hari. Ia yang sempat putus asa sebab tidak jua mendapatkan kabar, langsung berangkat ke Surabaya setelah menerima undangan pengukuhan. Keluarga besar turut mengantarnya seperti saat pelaksanaan ujian OSA tahun lalu.

Kini, Rosa mengaku akan fokus mengembangkan keterampilannya sebelum resmi menjadi mahasiswa FK Unair.

“Saya tuh orangnya overthinking, jadi harus well planned gitu loh. Saya pengen update-update skill kayak mungkin ikut test TOEFL atau IELTS sama nyari info-info beasiswa,” ungkapnya saat ditanya soal rencana ke depan.

Baca juga: 3.855 Orang Daftar Jalur Golden Ticket Masuk Unair 2026

Ia juga mengaku tidak sabar mengikuti Angkatan Muda Ksatria Airlangga (AMERTA) 2026 dan bergabung dengan budaya kampus di Surabaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau