Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Deedat, Lolos Jurusan Farmasi lewat Jalur Golden Ticket Unair 2026

Kompas.com, 29 Maret 2026, 16:25 WIB
Sania Mashabi,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Siswa SMAN 5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ahmad Deedat Assegaf berhasil menjadi salah satu kandidat penerima tiket emas untuk masuk Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tanpa tes tahun 2026.

Deedat merupakan orang pertama pertama yang berhasil masuk dalam jajaran kandidat penerima tiket emas Unair.

“Jujur, saya merasa sangat senang dan bangga ketika diumumkan menjadi kandidat penerima penghargaan ini, karena saya menjadi siswa pertama yang lolos di sekolah tersebut. Terlebih lagi lolos pada jurusan dan kampus yang saya inginkan sejak lama, yakni Farmasi Unair,” kata Deedat dikutip dari laman resmi Unair, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: SNBT 2026, Ada 20 PTN Terbaik Indonesia Versi EduRank

Cari informasi Golden Ticket Unair 2026 lewat berbagai sumber

Deedat mengaku telah mencari informasi mengenai seleksi golden ticket Unair mulai kelas 11 SMA karena ia ingin mempersiapkan diri sejak awal.

Ia mulai mencari informasi melalui video TikTok, Google, dan diskusi bersama kakak kelas tentang jalur seleksi tersebut.

"Kemudian, saya melakukan konsultasi dengan guru. Pada kelas 12, saya memantapkan diri untuk mendaftar dan kini ditetapkan menjadi penerima Golden Ticket," ujarnya.

Baca juga: Mendikdasmen: Adiksi Penggunaan Gawai Berdampak Buruk ke Proses Belajar

Kampus Universitas Airlangga. 25 universitas terbaik di Indonesia versi THE Impact Rankings 2025.unair.ac.id Kampus Universitas Airlangga. 25 universitas terbaik di Indonesia versi THE Impact Rankings 2025.

Alami kesulitan dalam membagi waktu antara akademik dan organisasi

Saat mendaftar tiket emas, Deedat melampirkan beberapa prestasinya yakni menjadi Duta SMA Kalimantan Selatan 2025 dan pernah menjuarai Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia, serta menjadi ketua Paduan Suara di sekolahnya.

Meski prestasinya terbilang cukup gemilang, Deedat mengaku sempat mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara akademik dan organisasi.

“Saya pernah mengalami kesulitan dalam membagi waktu, namun saya mengatasinya dengan membuat jadwal antara mengikuti kompetisi, organisasi, serta waktu belajar,” ungkapnya.


Baca juga: Nilai TKA Kini Diperhitungkan dalam Jalur Prestasi SMP dan SMA/SMK di Jakarta

Walaupun telah memiliki segudang prestasi, Deedat tetap komitmen akan menjadi mahasiswa yang berdampak ketika kuliah.

“Untuk kedepannya, setelah resmi menjadi mahasiswa baru, saya berkomitmen mengembangkan potensi yang saya miliki agar menjadi mahasiswa berdampak untuk meningkatkan reputasi akademik Unair maupun bagi masyarakat,” ucap Deedat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau