KOMPAS.com - Musisi rock legendaris Bruce Springsteen memulai tur "Land of Hope and Dreams" 2026 bersama E Street Band di Minneapolis, Selasa (31/3/2026) malam waktu setempat.
Konser pembuka ini menjadi sorotan lantaran Springsteen menyampaikan pidato politik yang sangat tajam dan berapi-api di atas panggung.
Musisi yang dijuluki "The Boss" ini membuka penampilannya dengan membawakan lagu hit "War" milik Edwin Starr sebagai simbol protes.
Baca juga: Pendapatan Tur Dunia Bruce Springsteen Tembus Rp 11,9 Triliun, Terbesar Sepanjang Kariernya
Di tengah pertunjukan, Springsteen berhenti sejenak untuk menyampaikan pesan mendalam mengenai kondisi Amerika Serikat saat ini.
"Kita sedang hidup di masa-masa yang sangat gelap," ujar Springsteen sebagaimana dilansir Variety, Rabu (1/4/2026).
"Nilai-nilai Amerika yang telah menopang kita selama 250 tahun kini sedang ditantang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya," tambahnya.
Baca juga: Bruce Springsteen Acungkan Jari Tengah, Donald Trump: Kita Lihat Bagaimana Nasibnya
Dalam pidatonya, penyanyi berusia 76 tahun itu menyoroti berbagai isu sensitif, mulai dari keterlibatan anak muda Amerika dalam perang yang ia sebut "ilegal", hingga penahanan imigran tanpa proses hukum yang jelas.
Springsteen secara spesifik mengkritik Presiden Donald Trump dan Jaksa Agung Pam Bondi.
Ia menuding Departemen Kehakiman telah kehilangan independensinya dan hanya bekerja di bawah perintah Gedung Putih demi melindungi teman-teman kuat sang presiden.
"Museum-museum kita diperintahkan untuk memutihkan sejarah Amerika dan menghapus fakta-fakta yang tidak menyenangkan, seperti kekejaman perbudakan. Kita memiliki presiden yang tidak bisa menerima kebenaran," tegasnya.
Pemilihan Minneapolis sebagai lokasi pembuka tur memiliki makna tersendiri.
Kota ini sedang menjadi pusat kemarahan publik setelah dua warga lokal, Renee Nicole Macklin Good dan Alex Pretty, tewas ditembak oleh agen ICE (penegak hukum imigrasi) dalam sebuah aksi protes beberapa waktu lalu.
Baca juga: Bruce Springsteen Resmi Jadi Musisi Miliarder, Susul Taylor Swift dan Paul McCartney
Tragedi ini pula yang menginspirasi Springsteen merilis lagu protes bertajuk "Streets of Minneapolis" pada Januari lalu.
Dalam konser tersebut, ia kembali menekankan bahwa perubahan hanya bisa dilakukan oleh rakyat jika para pemimpin telah gagal.
Menyadari bahwa sikap politiknya akan memicu reaksi keras dari kelompok sayap kanan, Springsteen mengaku tidak gentar jika harus kehilangan sebagian penggemarnya.
Baca juga: Lirik dan Chord Lagu Cautious Man - Bruce Springsteen