Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengatasi Overthinking yang Berdampak pada Fisik dan Mental

Kompas.com, 23 November 2023, 15:00 WIB
Ariska Puspita Anggraini,
Shintaloka Pradita Sicca

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Overthinking atau pikiran berlebihan tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan mental, tetapi juga berdampak pada fisik kita.

Ada banyak faktor yang bisa memicu overthinking.

Mengutip Very Well Mind, penyebab overthinking yang utama adalah kecenderungan untuk terlalu menganalisis situasi atau mengkhawatirkan masa depan.

Baca juga: Mengapa Overthinking Sering Datang di Malam Hari?

Hal ini sering kali berakar dari ketidakpastian atau kekhawatiran yang tidak terkendali.

Perasaan tidak aman atau kurangnya rasa percaya diri juga dapat memicu overthinking, membuat seseorang terjebak dalam siklus pertimbangan yang terus-menerus.

Faktor lingkungan, seperti tekanan pekerjaan yang tinggi atau tuntutan sosial yang berlebihan, juga dapat menjadi penyebab overthinking.

Selain itu, pengalaman traumatis atau kejadian sulit dalam hidup dapat meningkatkan kecenderungan seseorang untuk terjebak dalam pemikiran berlebihan yang menghambat kesejahteraan mental.

Baca juga: 4 Efek Negatif Overthinking Pada Kesehatan

Bagaimana mengatasi overthinking

Jika tidak segera diatasi, overthinking dapat mengganggu kesehatan fisik juga.

Dikutip dari Web MD, dampak overthinking adalah stres kronis, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan memicu gangguan pencernaan.

Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan ketegangan otot yang berlebihan, meningkatkan tekanan darah, dan bahkan memengaruhi kualitas tidur.

Kondisi ini memberikan tekanan ekstra pada tubuh, menciptakan ketidakseimbangan hormonal, dan menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan fisik secara keseluruhan.

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan Akibat Sering Overthinking

Karena itu, kita butuh cara untuk mengatasi overthinking. Melansir Medical News, berikut cara mudah mengatasi overthinking:

  • Latihan fisik teratur

Aktivitas fisik dapat membantu melepaskan ketegangan otot dan merangsang pelepasan endorfin, yang dapat meningkatkan suasana hati.

  • Praktekkan mindfulness

Mengembangkan kesadaran diri melalui praktik mindfulness dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran berlebihan.

Fokus pada momen sekarang dan nikmati kehadiran di sini dan sekarang.

Baca juga: Apakah Kesepian Merupakan Masalah Kesehatan Mental?

  • Menjaga kualitas tidur

Membangun rutinitas tidur yang baik dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu mengatasi gangguan tidur akibat overthinking.

  • Konseling dan dukungan mental

Mengatasi overthinking secara efektif sering kali memerlukan bantuan profesional.

Konseling atau terapi mental dapat memberikan alat dan strategi untuk mengelola stres dan meningkatkan keseimbangan pikiran dan tubuh.

Baca juga: Ahli Jelaskan Cara Menjaga Kesehatan Mental Agar Depresi Tidak Kambuh

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau